Pramono Bicara soal Sampah: Arahan Presiden Prabowo 1.000 Persen Saya Jalankan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 11:45
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan sampah di Ibu Kota. Ia menyatakan akan menjalankan sepenuhnya arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penanganan darurat sampah.

Ia menekankan bahwa isu kebersihan dan pengelolaan sampah menjadi prioritas utama pemerintahannya. Menurutnya, arahan Presiden sejalan dengan visi pribadinya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota modern yang nyaman dan berkelanjutan.

"Arahan Bapak Presiden seribu persen pasti saya jalankan karena saya memang berkeinginan Jakarta akan menjadi lebih rapi, lebih bersih," ucap Pramono di Jakarta Barat, Selasa, 3 Februari 2026.

Tak hanya fokus pada sampah, Pramono juga menyoroti penataan fasilitas publik, khususnya trotoar. Ia menegaskan bahwa trotoar yang tengah dibangun di berbagai wilayah Jakarta tidak boleh kembali disalahgunakan oleh pedagang kaki lima (PKL).

"Saya meminta semua trotoar yang sekarang sedang dibangun di Jakarta, jangan trotoarnya selesai kemudian pedagang kaki lima dibiarkan untuk memanfaatkan trotoar itu. Yang seperti itu pasti akan saya tertibkan, jadi Jakarta akan melakukan itu," ungkapnya.

Baca Juga: Pramono Tertibkan Bendera Partai Terpasang di Flyover Jakarta: Ganggu Banget!

Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah <b>(NTVnews)</b> Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah (NTVnews)

Baca Juga: Prabowo Singgung Persoalan Sampah di Rakornas Kepala Daerah: Pusat-Daerah Harus Sinergi

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah mengingatkan seluruh kepala daerah mengenai kondisi darurat sampah nasional. Ia menyebut bahwa persoalan sampah kini menjadi isu krusial di berbagai daerah dan diproyeksikan hampir seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028.

“Saya ingin sampaikan kepada para kepala daerah bahwa masalah bangsa ini sekarang, juga yang sangat krusial adalah masalah sampah. Sampah ini menjadi masalah. Diproyeksikan hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin, 2 Februari 2026.

Ia mengatakan saat ini pemerintah pusat telah menginisiasi program mengubah sampah jadi energi (Waste-to-Energy) di 34 titik. Total investasi untuk proyek ini mencapai 3,5 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp58 triliun.

“Saya minta ground breaking beberapa bulan ini dilaksanakan. Ini kita perkirakan dua tahun lagi sudah berfungsi,” ucap dia.

x|close