"Iya bisa (produksi genteng), kita pokoknya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bisa, siap bikin genteng, apa susahnya?" kata Ferry ditemui usai penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Koperasi dengan Serikat Petani Indonesia (SPI) tentang Penguatan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Ferry, produksi genteng dapat menjadi pilihan kegiatan usaha Kopdes Merah Putih apabila di wilayah setempat terdapat potensi kerajinan yang sudah berkembang. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri kecil berbasis masyarakat.
Ia menjelaskan, koperasi desa tidak harus selalu memulai usaha dari nol. Kopdes Merah Putih dapat bermitra dengan para perajin genteng yang telah ada untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Baca Juga: Menkop Siap Dukung Pemberdayaan Perempuan Lewat Koperasi Ekonomi Kreatif
Dengan pola kemitraan tersebut, koperasi diharapkan berperan sebagai penggerak usaha, baik dalam produksi maupun distribusi, sehingga produk genteng dapat dipasarkan lebih luas melalui jaringan koperasi.
Meski demikian, Ferry menegaskan bahwa rencana gentengisasi masih berupa wacana yang disampaikan Presiden, sehingga tindak lanjut teknis serta skema pelaksanaannya masih akan dibahas lebih lanjut.
Terkait pembiayaan, Kementerian Koperasi belum melakukan pembahasan khusus mengenai skema pendanaan, namun pemerintah menyatakan kesiapan untuk mendukung apabila program tersebut direalisasikan.
Ia menilai produksi genteng bukan hal baru di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, Kopdes Merah Putih memiliki peluang besar untuk memanfaatkan potensi yang telah ada guna memperkuat ekonomi lokal serta membuka lapangan usaha bagi masyarakat.
Baca Juga: Menkop Nilai Satu Data Indonesia Mampu Percepat Kopdes Merah Putih
"Karena genteng dari dulu di daerah-daerah juga banyak. Itu kan perusahaan seng aja tuh lawannya. Gitu aja," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya agar dilakukan gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau gentengisasi sebagai bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia.
Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Januari 2026, Presiden menyoroti masih dominannya penggunaan atap seng di rumah-rumah masyarakat.
Menurut Prabowo, penggunaan atap seng tidak hanya membuat lingkungan terlihat kurang indah, tetapi juga berdampak pada kenyamanan penghuni rumah karena cenderung panas dan mudah berkarat.
"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia," ujar Prabowo.
Gagasan proyek gentengisasi nasional tersebut, kata Presiden, akan melibatkan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai ujung tombak produksi di berbagai daerah.