Kredit Bank Mandiri Tembus Rp1.895 Triliun pada 2025

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Feb 2026, 13:18
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi menghadiri Paparan Kinerja Kuartal IV 2025 Bank Mandiri di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. ANTARA/Uyu Septiyati Liman. Tangkapan layar - Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi menghadiri Paparan Kinerja Kuartal IV 2025 Bank Mandiri di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. ANTARA/Uyu Septiyati Liman. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif dengan total kredit konsolidasi mencapai Rp1.895 triliun hingga Desember 2025 atau tumbuh 13,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut mencerminkan ekspansi pembiayaan yang melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi menyampaikan bahwa capaian tersebut mencakup kredit bank only sebesar Rp1.497 triliun, meningkat 14,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan yang tercatat sekitar 9,69 persen yoy.

“Pertumbuhan kredit yang kuat tersebut terutama didorong oleh penyaluran kredit ke ekosistem BUMN dan pemerintah yang tumbuh dengan sehat sekitar 40 persen yoy,” ujar Rizaldi di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia menjelaskan, ekspansi kredit tersebut tetap dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga di level 0,96 persen. Selain itu, kualitas aset perseroan juga menunjukkan perbaikan dengan rasio Loan at Risk (LAR) yang menurun sebesar 0,76 persen yoy menjadi 6,05 persen.

Baca Juga: Bank Mandiri: Inflasi Terkendali Akibat Pasokan Pangan Kuat

Disiplin manajemen risiko juga berkontribusi dalam menjaga biaya kredit atau Cost of Credit (CoC) bank only berada pada level optimal sebesar 0,34 persen sepanjang 2025. Bank Mandiri turut menyiapkan pencadangan yang kuat dengan NPL coverage ratio mencapai 253 persen sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko di masa mendatang.

Rizaldi menambahkan, pertumbuhan kredit Bank Mandiri tersebar secara merata dan tidak terpusat di wilayah tertentu. Penyaluran pembiayaan bahkan menjangkau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga ke wilayah terluar Indonesia.

“Di saat pertumbuhan kredit (pelaku usaha) UMKM, mikro dan individu cenderung tertekan di berbagai daerah, Bank Mandiri secara konsisten mendorong pertumbuhan yang positif,” katanya.

Menurut dia, penyaluran kredit yang merata tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam mendorong kemandirian ekonomi kerakyatan di seluruh daerah serta menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Perseroan juga berkomitmen terus mendampingi pelaku usaha, khususnya UMKM, melalui pembiayaan, pendampingan, dan penguatan akses ekosistem usaha.

Baca Juga: Andalan Nasabah, Akselerasi Transaksi Livin’ by Mandiri Perkuat Inklusi Keuangan

Untuk tahun 2026, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit tetap berada di atas rata-rata industri dan sejalan dengan proyeksi regulator. Strategi penyaluran pembiayaan akan difokuskan pada penguatan usaha produktif, terutama UMKM, serta sektor bernilai tambah seperti industri pengolahan manufaktur, infrastruktur, energi, perdagangan, dan jasa.

“Baik segmen wholesale maupun retail akan menjadi pendorong pertumbuhan melalui pengelolaan portfolio mix (campuran portofolio) untuk perluasan ekosistem secara optimal,” tutup Rizaldi.

(Sumber: Antara) 

x|close