Ntvnews.id, Bandung - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menginstruksikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk mempercepat pencairan pinjaman modal bagi Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) di Subang, Jawa Barat, menyusul keberhasilan koperasi tersebut mencatatkan nilai ekspor kopi mencapai Rp77,6 miliar.
"Berkat banyak pihak Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ini bisa menjadi eksportir dan naik kelas mendunia. Yang bangga bukan hanya Subang tapi ini menjadi kebanggaan nasional," ujar Ferry dalam keterangannya di Bandung, Senin, 19 Januari 2026.
Ferry menegaskan penguatan permodalan melalui LPDB menjadi faktor krusial agar koperasi mampu memperluas penetrasi pasar internasional sekaligus memperkokoh rantai produksi di dalam negeri. Ia menekankan pentingnya mengembalikan gerakan koperasi ke sektor-sektor produktif, mulai dari industri hingga distribusi, sebagaimana amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
"Presiden Prabowo ingin supaya negara hadir lagi untuk mengatur, supaya sistem praktik arah perekonomian kita kembali ke konstitusi kita. Ini pesan yang ingin saya sampaikan sebagai bentuk penerjemahan," ucapnya.
Baca Juga: Menkop: Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Solusi Lapangan Kerja Anak Muda
Keberhasilan Koperasi GLB menembus pasar global melalui ekspor lima kontainer kopi dengan total volume 96 ton ke Aljazair dinilai sebagai wujud nyata visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis produksi dan industri.
Sementara itu, Ketua Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah Miftahudin Shaf menyampaikan bahwa kinerja ekspor kopi dari kawasan kaki Gunung Luhur terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Dalam periode 2024 hingga 2025, koperasi tersebut mencatat volume ekspor sebesar 964,2 ton yang dikirim ke enam negara tujuan.
Baca Juga: Menkop Percepat Pembangunan 80 Ribu Gerai Fisik Kopdes Merah Putih
"Nilai transaksinya mencapai lebih dari 4,6 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp77.657.200.000," kata Miftahudin.
Saat ini, Koperasi Gunung Luhur Berkah menjadi penopang utama perekonomian Desa Cisalak dengan mengelola lahan seluas 1.589 hektare. Aktivitas produksi koperasi melibatkan 450 anggota serta menyerap sedikitnya 1.200 tenaga kerja lokal.
Ferry Juliantono berharap keberhasilan Koperasi GLB di Subang dapat menjadi contoh bagi koperasi-koperasi lain di Indonesia untuk berani masuk ke sektor industri dan bersaing di pasar internasional, dengan dukungan pembiayaan negara yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
(Sumber: Antara)
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat meninjau ekspor kopi oleh Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) sebanyak lima kontainer dengan volume 96 ton ke Aljazair di Kampung Leuwinutug, Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu, 17 Januari 2026. (ANTARA/Kementerian Koperasi) (Antara)