DPR Kasih Nilai 50 untuk Kinerja Menteri Pariwisata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 18:10
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memeriksa kualitas produk yang diberi diskon dalam sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Jumat 26 Desember 2025. (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti) Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memeriksa kualitas produk yang diberi diskon dalam sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Jumat 26 Desember 2025. (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menilai rendah kinerja Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Hal ini dinyatakan Anggota Komisi VII DPR, Yoyok Riyo Sudibyo. 

Yoyok memberi nilai 50 untuk kinerja Widiyanti sebagai Menpar.

Awalnya, Yoyok menyebut bahwa kendati pariwisata disebut sebagai penyumbang devisa besar, kebijakan yang dijalankan selama 2025 masih memiliki banyak celah.

"Saya harapkan di 2026 nanti, kebijakan yang Ibu ambil ini semestinya merupakan kebijakan sebagai mesin ekonomi, Bu, sebagai mesin ekonomi," ujar Yoyok dalam rapat Komisi VII dengan Menteri Pariwisata, Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Yoyok menilai penggunaan anggaran Kementerian yang belum efektif. Menurut dia, anggaran pariwisata tak boleh habis untuk seminar atau kegiatan internal kementerian saja.

"Jadi, penyerapan anggaran yang akan datang ini harus benar-benar sampai ke pelaku wisata ke bawah, Bu. Jangan sampai malah habis anggaran yang digunakan ke dalam kementerian Ibu sendiri atau bahkan yang paling tinggi levelnya. Misalkan ada seminar sana-seminar sini, ke sana-ke sini, ke sana-ke sini. Itu kan jadi nggak ada itu seperti digunakan untuk mesin ekonomi," papar Yoyok.

"Jangan pula kementerian Ibu itu nantinya malah justru, mohon maaf nih ya, kayak sebagai EO aja itu lho. Jadi semacam event organizer nasional gitu. Luar biasa gemanya, cuma nggak sampai lagi ke pelaku-pelaku wisata yang ada di bawahnya," imbuhnya.

Di samping itu, Yoyok menyoroti isu tiket yang mahal. Ia lantas memberikan nilai kinerja Widiyanti sebagai Menpar sebesar 50 dari 100.

"Tadi Ibu sudah menyampaikan tiket mahal bagaimana, jalan infrastruktur yang luar biasa. Saya sampaikan, Bu, kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian bener semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50," kata dia.

"Maaf nih, Bu. Ibu seorang menteri yang paling cantik nih di kabinetnya Pak Prabowo. Ini kalau kepiawaian Ibu nggak bisa diragukan lagi. Ini kalau Ibu gunakan, pakai untuk bisa nembus seluruh kementerian yang ada hubungannya dengan Ibu, ini kan sangat luar biasa," sambung Yoyok.

Menurutnya, tiket saat ini masih dalam kondisi mahal. Hal itu tak bisa digunakan untuk menunjang pariwisata.

Ia pun meminta Widiyanti memperhatikan infrastruktur pariwisata. Yoyok meminta Kemenpar memanfaatkan dengan maksimal polisi wisata.

"Di Bromo itu jip nyemplung sudah berapa, Bu? Ini yang luar biasa lagi, saya baru ngikuti event internasional di Toba, Bu. Aduh, parahlah. Waktu saya ikut UTMB di Toba, kacau. Ini fakta," jelas dia.

"Kemudian ada lagi yang apes lagi di kecelakaan pelatih bola favorit saya, malah mati di tempat kita, pelatih bola Valencia, ini kan, cobalah, Bu, dimanfaatkan secara maksimal lagi untuk pengecekan semua fasilitas. Kalau polisi wisata itu diajukan, saya yakin efeknya akan lebih bagus," sambung politikus NasDem itu.

x|close