Putra Mendiang Pemimpin Libya Saif Al-Islam Gaddafi Dilaporkan Tewas Dibunuh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 17:10
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Saif al-Islam Gaddafi Saif al-Islam Gaddafi

Ntvnews.id, Istanbul - Putra mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi, Saif al-Islam Gaddafi, dilaporkan meninggal dunia dalam dugaan pembunuhan yang terjadi di kota Zintan, Libya bagian barat. Informasi tersebut disampaikan oleh pengacaranya, Khaled al-Zaidi, bersama penasihatnya, Abdullah Osman, pada Selasa malam, 3 Februari 2026.

Laporan media lokal Libya menyebutkan bahwa pembunuhan tersebut terjadi di kediaman Saif al-Islam dan dilakukan oleh empat orang tak dikenal. Sebelum serangan berlangsung, kamera pengawas di lokasi dilaporkan telah dinonaktifkan.

Kantor Kejaksaan Agung Libya dikabarkan telah membuka penyelidikan atas dugaan pembunuhan tersebut. Namun hingga saat ini, rincian peristiwa masih belum terungkap secara jelas dan pihak berwenang Libya belum mengeluarkan konfirmasi resmi.

Mantan juru bicara rezim Gaddafi, Moussa Ibrahim, melalui unggahan di akun Facebook miliknya menulis, “Mereka membunuhnya dengan kejam ketika dia menginginkan Libya yang bersatu dan berdaulat, aman bagi seluruh rakyatnya...Mereka membunuh harapan dan masa depan, serta menanamkan kebencian dan permusuhan.”

Ia juga menilai bahwa dugaan pembunuhan tersebut memiliki tujuan politik tertentu.

“Tujuannya adalah lebih banyak pertumpahan darah, perpecahan Libya dan penghancuran setiap proyek persatuan nasional, demi kepentingan orang asing di negara tersebut,” tulis Ibrahim.

Baca Juga: Fakta Ketua BEM UI Terpilih Diteror-Diancam Dibunuh

Kantor Berita Libya mengutip pernyataan Brigade 444 yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Pemerintah Persatuan Nasional, yang “dengan tegas” membantah keterlibatan mereka dalam bentrokan di Zintan maupun laporan mengenai pembunuhan Saif al-Islam yang beredar di media sosial.

Sejak ditangkap dalam revolusi bersenjata yang menggulingkan pemerintahan ayahnya pada 2011, Saif al-Islam diketahui tinggal di Zintan yang berjarak sekitar 136 kilometer barat daya Tripoli. Meski dibebaskan pada 2017, lokasi keberadaannya tidak pernah diketahui secara terbuka.

Dalam beberapa tahun terakhir, nama Saif al-Islam kembali mencuat di panggung politik Libya, seiring perdebatan mengenai kemungkinan pencalonannya dalam pemilihan presiden yang diharapkan dapat mengakhiri krisis politik berkepanjangan.

Hingga kini, Libya masih terpecah oleh dua pemerintahan yang saling bersaing, yakni pemerintah yang berbasis di Tripoli di bawah kepemimpinan Abdul Hamid Dbeibeh yang menguasai wilayah barat, serta pemerintahan yang ditunjuk parlemen pada awal 2022 di Benghazi yang dipimpin Osama Hammad dan mengendalikan wilayah timur serta sebagian besar selatan.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Serang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Dibunuh

(Sumber: Antara) 

x|close