Dokumen Epstein Klaim Bill Gates Kena Penyakit Menular Seksual

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Feb 2026, 17:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Bill Gates. (Instagram) Bill Gates. (Instagram)

Ntvnews.id, Washington D.C - Bill Gates, miliarder Amerika Serikat (AS) sekaligus pendiri Microsoft, diklaim pernah tertular penyakit menular seksual (STD) usai berhubungan intim dengan perempuan-perempuan asal Rusia.

Dilansir dari AFP, Minggu, 1 Februari 2026, klaim tersebut muncul dari dokumen milik mendiang Jeffrey Epstein, terpidana kasus perdagangan seks, yang dirilis Departemen Kehakiman AS.

Epstein, yang meninggal di dalam penjara pada 2019, juga menuding Gates pernah meminta antibiotik kepadanya agar bisa diberikan secara diam-diam kepada istrinya saat itu, Melinda, yang kini telah bercerai darinya.

Dalam email terpisah, Epstein menyampaikan kepada Peter Mandelson bahwa dirinya “bersenang-senang” bersama Gates di Seattle. Sekitar tiga juta halaman dokumen yang dirilis oleh pemerintahan Presiden Donald Trump turut memuat foto-foto baru Epstein bersama Gates. Hingga kini, Gates belum memberikan komentar langsung atas klaim tersebut.

Berkas-berkas itu juga mengungkap bahwa Epstein pernah menawarkan Andrew Mountbatten-Windsor adik Raja Charles III yang telah dicabut gelar pangerannya untuk makan malam dengan seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun. Selain itu, terdapat klaim bahwa Epstein memberikan £10.000 kepada Reinaldo Avila da Silva, suami gay Peter Mandelson, untuk mengikuti kursus osteopati.

Bill Gates. (Foto: Reuters) Bill Gates. (Foto: Reuters)

Tujuh tahun setelah kematiannya, bayang-bayang Epstein masih melekat pada lingkaran orang-orang berpengaruh di sekitarnya, termasuk Gates yang pernah menyandang status orang terkaya di dunia.

Pada 18 Juli 2013, Epstein menulis sebuah memo berisi sejumlah tuduhan terhadap Gates. Dalam memo tersebut tertulis: “Untuk menambah penghinaan, Anda memohon kepada saya untuk menghapus email-email mengenai penyakit menular seksual Anda, permintaan Anda agar saya memberi Anda antibiotik yang dapat Anda berikan secara diam-diam kepada Melinda, dan deskripsi penis Anda.”

Pada hari yang sama, pukul 01.03 dini hari, Epstein mengirim email lain kepada dirinya sendiri yang menyatakan pengunduran diri dari Bill and Melinda Gates Foundation. Padahal, Epstein tidak pernah tercatat bekerja di yayasan tersebut, sehingga diduga ia menggunakan identitas orang lain saat menulis email itu.

Gates sendiri menerima gelar kehormatan ksatria dari Ratu Elizabeth II pada 2005 di Istana Buckingham sebagai pengakuan atas kontribusinya di bidang filantropi. Ia diangkat sebagai Knight Commander of the Order of the British Empire (KBE), namun tidak menyandang gelar “Sir” karena status kewarganegaraannya. Seiring mencuatnya kembali dokumen Epstein, muncul spekulasi kemungkinan seruan pencabutan gelar kehormatan tersebut, meski sumber di Whitehall enggan berkomentar apakah Downing Street akan mendukung langkah itu.

Menanggapi tudingan tersebut, juru bicara Gates menegaskan: “Klaim ini benar-benar tidak masuk akal dan sepenuhnya salah." Ia menambahkan, “Satu-satunya hal yang ditunjukkan oleh dokumen-dokumen ini adalah frustrasi Epstein karena dia tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates dan sejauh mana dia akan berusaha untuk menjebak dan mencemarkan nama baiknya," seperti dikutip dari The Telegraph, Minggu, 1 Februari 2026.

Baca Juga: Bill Gates Menilai Prediksi Kiamat Akibat Perubahan Iklim Keliru

Bill and Melinda Gates Foundation diketahui telah berkontribusi dalam berbagai proyek pemerintah, khususnya di sektor obat-obatan dan vaksin. Selama beberapa tahun, yayasan tersebut mendanai penelitian Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA) terkait pengembangan vaksin. Selain itu, terungkap pula bahwa yayasan Gates membiayai £21.500 untuk biaya penerjemahan Direktorat Obat Hewan. Yayasan tersebut juga tercatat sebagai “penyandang dana yang didukung” oleh UK Research and Innovation, lembaga yang menyalurkan hampir £10 miliar per tahun dalam bentuk hibah.

Sejumlah politisi Inggris memiliki hubungan dengan Gates, termasuk mantan Perdana Menteri Rishi Sunak yang pada Oktober lalu diizinkan mengambil peran sebagai penasihat senior di Microsoft Corporation.

Dokumen-dokumen lain kembali memunculkan pertanyaan terkait relasi Epstein dengan Mandelson, yang tahun lalu dicopot dari jabatannya sebagai duta besar Inggris untuk Washington. Dalam pesan yang baru dirilis, Mandelson menyebut Epstein sebagai “teman baik dan benar-benar dapat dipercaya”. Dalam email lain pada Juli 2011, Mandelson bertanya kepada Epstein, “apa yang sedang kau lakukan?” yang dijawab Epstein: “Menghabiskan hari bersama Gates, di Seattle. Sangat menyenangkan.”

Sementara itu, Andrew Mountbatten-Windsor juga kembali berada dalam sorotan atas hubungannya dengan Epstein. Berkas-berkas tersebut menunjukkan Epstein memperkenalkannya kepada seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun pada 2010, setelah Andrew dihukum karena meminta jasa prostitusi. Dalam email kepada kontak bertajuk “Sang Duke”, Epstein menulis: “Saya punya teman yang menurut saya Anda mungkin akan senang makan malam dengannya, namanya Irina, dia akan berada di London tanggal 20-24.”

Balasan dari mantan Duke of York tersebut berbunyi: “Tentu saja. Saya berada di Jenewa hingga pagi tanggal 22, tetapi akan senang bertemu dengannya. Apakah dia akan membawa pesan dari Anda? Tolong berikan detail kontak saya agar dia dapat menghubungi saya.” Email itu ditutup dengan tanda tangan “HRH Duke of York KG”. Epstein kemudian menjelaskan bahwa perempuan tersebut “berusia 26 tahun, berkebangsaan Rusia, cantik, dapat dipercaya, dan ya, dia memiliki email Anda”.

Email lain antara Andrew Mountbatten-Windsor dan Ghislaine Maxwell—yang kini menjalani hukuman 20 tahun penjara—juga dipublikasikan. Dalam salah satu email pada 31 Maret 2002, Maxwell menyampaikan belasungkawa atas wafatnya nenek Andrew dan menyebutnya sebagai “sweet pea”. Keesokan harinya, Andrew membalas singkat dengan ucapan terima kasih yang ditandatangani “A xxx”.

Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menyatakan bahwa materi yang dirilis mencakup lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar, meski tidak seluruhnya dibuat oleh Epstein atau orang-orang dekatnya, serta termasuk “sejumlah besar pornografi komersial”. Pemerintahan Trump diwajibkan hukum untuk merilis seluruh materi terkait Epstein paling lambat 19 Desember tahun lalu, namun awalnya hanya sebagian kecil yang dipublikasikan sebelum akhirnya sisanya diyakini telah dirilis.

Lingkaran pertemanan Epstein yang luas dan berpengaruh juga mencakup Presiden Donald Trump. Namun Blanche menegaskan bahwa Trump telah terbebas dari tuduhan setelah seluruh berkas dipublikasikan. Ia mengatakan: “Dalam semua komunikasi ini, bahkan ketika berusaha sebaik mungkin untuk mencela Presiden Trump, Epstein tidak pernah menyarankan bahwa Presiden Trump telah melakukan sesuatu yang kriminal atau memiliki kontak yang tidak pantas dengan salah satu korbannya.”

TERKINI

Negosiasi Iran-AS Dimulai, Trump Masih Tutup-tutupi Strategi

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 17:15 WIB

Dokumen Epstein Klaim Bill Gates Kena Penyakit Menular Seksual

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 17:00 WIB

Iran Kecam Kehadiran Militer AS di Teluk Persia

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 16:30 WIB

Turki Tawarkan Jadi Mediator Konflik AS-Iran

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 16:15 WIB

Isael Semakin Beringas Lakukan Serangan di Gaza Palestina

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 16:00 WIB

Trump Ungkap Iran Sedang Jalani Negosiasi dengan AS

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 15:30 WIB
Load More
x|close