Ntvnews.id, Maharashtra, India – Wakil Menteri Utama Negara Bagian Maharashtra, India, Ajit Pawar, dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat bersama empat orang lainnya. Insiden tragis tersebut terjadi saat pesawat yang ditumpanginya mengalami pendaratan darurat di sebuah ladang di wilayah Baramati, daerah pemilihan Pawar.
Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India menyebutkan pesawat Learjet yang berangkat dari Mumbai itu tidak berhasil mendarat dengan aman. Rekaman dan gambar dari lokasi kejadian memperlihatkan puing-puing pesawat yang hangus terbakar disertai kepulan asap tebal. Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan otoritas terkait.
Selain Ajit Pawar, dua anggota stafnya dan dua awak pesawat turut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.
“Tidak ada penumpang yang selamat,” kata regulator penerbangan, dikutip dari laman BBC, Rabu, 28 Januari 2026.
Baca Juga: Kecelakaan Pesawat di Meksiko, 6 Orang Tewas
Pawar diketahui tengah menuju kampung halamannya menjelang pelaksanaan pemilihan badan lokal di wilayah tersebut.
Ajit Pawar merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Maharashtra dan menjadi bagian dari pemerintahan koalisi bersama Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India. Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika politik negara bagian itu diwarnai perpecahan partai-partai besar, termasuk langkah Pawar yang memisahkan diri dari partai pamannya dan bergabung dalam koalisi pemerintahan bersama BJP pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.
Pria berusia 66 tahun itu dikenal luas dengan sapaan ‘dada’, sebutan untuk kakak laki-laki dalam bahasa Marathi, oleh pendukung dan masyarakat. Kabar wafatnya memicu gelombang duka dari berbagai kalangan politik. Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan belasungkawa melalui platform X dengan menyebut kematian Pawar sebagai “mengejutkan dan menyedihkan” serta menggambarkannya sebagai “pemimpin rakyat”. “Pemahamannya tentang urusan administratif dan passionnya untuk memberdayakan orang miskin dan tertindas juga patut diperhatikan,” tambahnya.
Pawar (kanan) bersama Gubernur Maharashtra Devendra Fadnavis (tengah) dan Wakil Gubernur Maharashtra Eknath Shinde. (BBC)
Ungkapan duka juga disampaikan Sanjay Raut dari partai oposisi Shiv Sena (UBT) yang menyebut peristiwa ini sebagai “hari kelam” bagi Maharashtra.
“Tanpa Dada, lanskap politik Maharashtra tidak lengkap. Dia memiliki kepribadian yang terbuka dan setiap anggota partai mengaguminya,” katanya.
Menteri Dalam Negeri India Amit Shah, pemimpin oposisi Rahul Gandhi, serta sejumlah tokoh nasional lainnya turut menyampaikan belasungkawa, sementara pemerintah negara bagian menetapkan masa berkabung selama tiga hari.
Ajit Pawar merupakan keponakan dari politisi senior Sharad Pawar, pendiri Partai Kongres Nasionalis (NCP). Ia dikenal sebagai figur populer dengan kecerdasan politik tajam serta gaya komunikasi yang lugas dan penuh humor. Karier politiknya dimulai pada era 1980-an ketika bergabung dengan partai pamannya dan fokus membangun basis massa melalui jaringan serikat pekerja serta lembaga keuangan koperasi.
Baca Juga: Kecelakaan Pesawat di Kentucky, AS: 3 Tewas, 11 Luka-Luka
Pawar pertama kali terpilih sebagai anggota Majelis Legislatif Maharashtra dari daerah pemilihan Baramati pada 1991 dan terus memenangkan kursi tersebut dalam beberapa pemilu berikutnya. Sepanjang kariernya, ia pernah memimpin sejumlah kementerian strategis, termasuk pertanian dan keuangan, serta beberapa kali menjabat sebagai wakil kepala menteri negara bagian.
Meski reputasinya sebagai administrator ulung dan orator andal sering menuai pujian, Pawar juga tak lepas dari kontroversi. Ia pernah menghadapi tuduhan korupsi terkait proyek irigasi pada 2009, yang selalu dibantahnya dan tidak pernah berujung pada tuntutan hukum.
Terlepas dari bayang-bayang kontroversi tersebut, Pawar tetap menjadi figur sentral dalam politik Maharashtra, dan kepergiannya dinilai meninggalkan kekosongan besar dalam peta politik negara bagian itu.
Ajit Pawar adalah salah satu pemimpin paling berpengaruh di Maharashtra, dikenal karena komentar-komentarnya yang cerdas dan penuh warna. (BBC)