Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria menyampaikan bahwa perkembangan artificial intelligence (AI)saat ini berlangsung cepat.
Namun Nezar mengungkapkan perkembangan AI harus dibarengi dengan kebijakan yang memastikan teknologi tersebut benar-benar menjawab kebutuhan publik.
Hal tersebut saat menghadiri India AI Impact Summit 2026 pada 21 Januari 2026.
"Perkembangan AI sekarang emang lagi kencang banget. Tapi satu hal yang perlu kita kawal bareng teknologi se-high-tech apa pun harus bisa dirasain manfaatnya sama semua orang, bukan cuma buat segelintir pihak atau yang elitis aja," ucap Nezar dalam unggahan Instagram pribadinya @siar.nezar dikutip, Selasa 27 Januari 2026.
Baca juga: Infografik: Wamen Nezar dan Internet Cepat
Dalam forum internasional itu, ia menegaskan posisi Indonesia yang mendorong kehadiran negara sejak awal melalui kebijakan strategis serta investasi publik agar pengembangan AI berjalan secara inklusif.
Menurutnya Indonesia berkomitmen membangun AI yang berpihak pada kepentingan publik, tidak semata-mata mengejar kecanggihan teknologi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Ia juga menilai Indonesia dan India memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan AI di kawasan Asia.
Namun, fokus utama bukan sekadar pada kekuatan teknologi, melainkan pada pemanfaatan AI untuk menyelesaikan persoalan nyata, seperti peningkatan akses keuangan dan penanganan perubahan iklim.
Baca juga: Wamen Nezar Soroti Industri Asuransi yang Pakai AI: Waspada Kebocoran Data!
"Makanya peta jalan nasional kecerdasan artifisial kita naro etika dan pendekatan human-centric sebagai fondasi utama. Kuncinya ada di investasi publik dan AI yang berdaulat, biar inovasi ini nggak eksklusif dan bisa diakses siapa pun, di mana pun," beber Nezar.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria menyampaikan bahwa perkembangan artificial intelligence (AI)saat ini berlangsung cepat/Ist