Awal Pekan, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.970 per Dolar AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 11:05
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin pagi, 16 Maret 2026 bergerak melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.970 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.958 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai ketidakpastian konflik di Timur Tengah (Timteng) turut menekan sentimen risiko di pasar.

“Ketidakpastian yang masih berlanjut terkait konflik di Timur Tengah (Asia Barat) turut menekan sentimen risiko di pasar, yang berdampak pada pergerakan rupiah,” ucapnya, Senin 16 Maret 2026.

Eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan tersebut dinilai meningkat setelah Gedung Putih menyatakan, skala serangan terhadap Iran telah ditingkatkan ke level yang melebihi antisipasi sebelumnya. Pentagon dilaporkan mengerahkan unit ekspedisi Marinir ke kawasan tersebut.

Baca jugaInfografik: Rupiah Tetap Stabil di Tengah Konflik Timur Tengah

Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. <b>(Antara)</b> Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. (Antara)

Seiring ketegangan yang meningkat, harga minyak turut mengalami kenaikan sehingga mendorong penguatan dolar AS. Pada Jumat (13/3), harga minyak Brent naik 2,67 persen menjadi 103,14 dolar AS per barel.

Namun demikian, penguatan dolar AS sempat tertahan pasca rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal IV-2025.

“Angka tersebut secara mengejutkan direvisi turun menjadi 0,7 persen qoq (quarter on quarter) dari estimasi sebelumnya sebesar 1,4 persen qoq, yang mencerminkan mulai terlihatnya pelemahan pada kondisi ekonomi AS,” ungkap dia.

Sementara itu, indikator inflasi pilihan The Fed, yaitu PCE Price Index, sedikit menurun menjadi 2,8 persen year on year (yoy) pada Januari 2026 dari 2,9 persen yoy pada bulan sebelumnya, sementara Core PCE Price Index meningkat tipis menjadi 3,1 persen yoy dari 3,0 persen yoy.

Baca jugaRupiah Melemah ke Rp16.923 per Dolar AS Seiring Ketidakpastian Perang di Timur Tengah

“Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.900–Rp17.050 per dolar AS, seiring belum adanya indikasi meredanya ketegangan geopolitik serta sikap wait-and-see investor menjelang periode libur panjang di Indonesia yang dimulai pada Rabu (18/3) pekan ini,” jelasnya. (Sumber:Antara)

x|close