Ntvnews.id, Jakarta - Aksi demonstrasi buruh sempat kembali mewarnai kawasan Balai Kota DKI Jakarta pada pukul 10.00 WIB sebelum pada akhirnya merapat ke kawasan Istana. Massa dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menyuarakan penolakan terhadap penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2026 yang dinilai tidak sesuai harapan pekerja.
Dalam orasinya, perwakilan buruh menyoroti Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2026. Mereka menilai terdapat sejumlah kebijakan yang perlu dikoreksi karena dianggap tidak sejalan dengan rekomendasi Dewan Pengupahan.
"Pada hari ini kita kembali mendatangi kantor yang megah di depan kita, kantor Balai Kota DKI Jakarta. Beberapa waktu yang lalu kita sudah dikagetkan oleh yang namanya Keputusan Gubernur nomor 33 tahun 2026. Ada beberapa hal yang kita patut kita koreksi, patut kita kritisi apa yang sudah diputuskan oleh pemangku kebijakan," kata Sekretaris PC SPAMK FSPMI DKI Jakarta, Kuszairi dalam orasinya.
Para buruh juga menyoroti ketidaksesuaian antara Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) dengan kondisi riil kebutuhan hidup pekerja di Jakarta.
Demo di depan Balai Kota DKI (NTVNews.id)
Baca Juga: Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Imbas Demo Buruh
Menanggapi aksi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pemerintah provinsi telah menyelesaikan seluruh proses yang berkaitan dengan penetapan upah buruh, termasuk UMP dan upah sektoral.
"Jadi pemerintah DKI Jakarta telah selesai dengan hal yang berkaitan dengan upah buruh, UMP. Karena itu kesepakatan antara serikat buruh, pengusaha, pemerintah DKI Jakarta dalam Dewan Pengupahan," ucapnya ditemui di Balai Kota DKI Jakarta.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai pengupahan sektoral juga telah rampung sesuai mekanisme yang berlaku. Oleh karena itu, secara kebijakan, penetapan upah di DKI Jakarta dinyatakan final.
"Terus kemudian pengupahan dalam sektoral juga sudah selesai. Jadi untuk DKI Jakarta sebenarnya sudah selesai. Kalau ada demo mampir di Balai Kota juga enggak apa-apa. Kan tadi demonya sebenarnya di Istana," tutup Pramono Anung.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)