Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah unggahan di media sosial Facebook menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghabiskan dana Rp100 miliar hanya untuk membongkar tiang monorel yang mangkrak selama hampir dua dekade. Klaim tersebut disertai narasi bernada tudingan pemborosan anggaran.
Unggahan itu menampilkan judul “Mangkrak 20 Tahun! Tiang Monorel Jakarta Akhirnya Dibongkar, Habiskan Dana Rp100 Miliar” serta narasi yang menyebut pembongkaran tiang monorel sebagai tindakan buang-buang uang dan waktu.
Bahkan, dalam unggahan tersebut tertulis kalimat bernada sindiran yang mempertanyakan besarnya biaya pembongkaran besi dan membandingkannya dengan praktik pembongkaran kapal tanker di laut.
Unggahan yang menarasikan Pemprov DKI Jakarta habiskan Rp100 miliar untuk bongkar tiang monorel (Facebook/Antara)
Fakta Sebenarnya Biaya Pembongkaran Tiang Monorel Jakarta
Pemprov DKI Jakarta memang mulai melakukan pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu,14 Januari 2026. Pembongkaran ini merupakan bagian dari penataan kawasan Kuningan sisi timur sepanjang 3,6 kilometer, bukan proyek tunggal pembongkaran semata.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa biaya pembongkaran tiang monorel hanya sekitar Rp254 juta, jauh dari klaim Rp100 miliar yang beredar di media sosial.
Sementara itu, anggaran sekitar Rp102 miliar yang ramai disalahpahami merupakan total biaya penataan kawasan secara menyeluruh, bukan khusus untuk pembongkaran tiang monorel.
"Untuk biaya pembongkarannya sendiri sebenarnya 254 juta. Kemudian untuk penataan secara keseluruhan, nanti ada jalan, ada selokan, ada taman, kemudian ada pedestarian, diperkirakan 102 miliar rupiah," ujarnya saat meninjau pemotongan tiang monorel di Rasuna Said, Rabu, 14 Januari 2026.
(Sumber: Antara)
Pembongkaran tiang monorel mangkrak di Rasuna Said Jaksel (NTVNews.id/Adiansyah)