Cegah Longsor, Mentan Berencana Ubah Pola Tanam di Cisarua

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 15:24
thumbnail-author
Okky Tri Nugroho
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah berencana mengubah pola tanam di wilayah rawan longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Tanaman hortikultura yang selama ini dibudidayakan di kawasan dengan kemiringan curam akan diganti dengan komoditas perkebunan berakar kuat.

Saat meninjau lokasi longsor di Kecamatan Cisarua, Rabu, 28 Januari 2026, Amran mengatakan jenis tanaman seperti kelapa, kopi, dan alpukat dinilai lebih sesuai untuk daerah dengan kontur lahan terjal karena mampu menahan struktur tanah.

“Kami akan mengganti hortikultura di wilayah dengan kemiringan tinggi menjadi tanaman perkebunan. Anggaran sudah tersedia, tinggal menunggu pengajuan dari pemerintah daerah. Begitu usulan masuk, kami langsung bergerak,” ujar Amran.

Ia menegaskan perubahan pola tanam menjadi langkah penting untuk mencegah longsor berulang, khususnya di kawasan dengan tingkat kemiringan lahan mencapai 20 hingga 45 derajat.

“Jika tidak segera ditata ulang, risiko longsor akan terus berulang. Wilayah ini sangat rawan,” katanya.

Menurut Amran, tanaman perkebunan memiliki sistem perakaran yang lebih dalam dibanding hortikultura, sehingga lebih efektif dalam menahan tanah dan mengurangi potensi erosi.

Kebijakan tersebut, lanjut dia, sejalan dengan arahan Presiden terkait pengembangan tanaman perkebunan nasional seluas 870 ribu hektare, dengan fokus pada daerah-daerah yang memiliki kerentanan bencana.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kebutuhan dan usulan teknisnya. Anggaran yang kami kelola cukup besar sesuai arahan Presiden,” ujarnya.

Baca juga: Respons Cepat Tanggap Bencana, Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Warga Terdampak Longsor di Cisarua Bandung Barat

Untuk menjaga keberlanjutan pendapatan petani, pemerintah pusat mendorong penerapan sistem tumpang sari. Dalam skema ini, hortikultura masih dapat ditanam di sela tanaman perkebunan hingga komoditas utama, seperti kopi, mulai menghasilkan.

“Dalam dua hingga tiga tahun, ketika kopi sudah produktif, hortikultura bisa dikurangi dan pendapatan petani beralih ke kopi,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor utama penyebab longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.

“Lingkungan sekitar sudah berubah menjadi kebun dengan penggunaan plastik dari bawah hingga ke puncak. Dari situ terlihat jelas faktor penyebabnya,” kata Dedi.

(Sumber: Antara)

 

x|close