Tim SAR Evakuasi 29 Jenazah Korban Longsor Cisarua, 61 Korban Diduga Masih Tertimbun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jan 2026, 16:51
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii saat diwawancarai di Cisarua, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin, 26 Januari 2026. ANTARA/Ilham Nugraha/aa. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii saat diwawancarai di Cisarua, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin, 26 Januari 2026. ANTARA/Ilham Nugraha/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Bandung - Tim SAR gabungan menyatakan telah mengevakuasi sebanyak 29 jenazah korban longsor Cisarua dan menyerahkannya kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam operasi pencarian korban longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii di Bandung, Senin, 26 Januari 2026, mengatakan bahwa pada operasi pencarian hari ini tim berhasil menemukan empat jenazah hingga pukul 13.00 WIB. Sementara itu, sekitar 61 korban lainnya diperkirakan masih tertimbun material longsor.

“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak empat jenazah, sehingga total korban yang diserahkan berjumlah 29 sejak pertama kali operasi SAR dilaksanakan,” katanya.

Mohammad Syafii menyampaikan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara proses identifikasi lainnya masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Untuk jumlah korban yang telah teridentifikasi, kewenangan secara hukum berada pada pihak Polri. Informasi terakhir yang saya terima, 17 korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga,” tambahnya.

Baca Juga: 23 Marinir Tertimbun Longsor Cisarua, 4 OrangTewas dan 19 Hilang

Ia menjelaskan bahwa pada hari ini tim SAR kembali melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban longsor Cisarua dengan mengerahkan personel gabungan serta sembilan alat berat di sejumlah titik terdampak. Upaya pencarian juga diperkuat dengan dukungan unsur udara untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

“Untuk unsur udara, hari ini dioperasikan tiga pesawat helikopter, masing-masing dari TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, dan TNI Angkatan Laut. Selain itu drone juga dioperasikan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa keterbatasan akses jalan menuju lokasi longsor menjadi salah satu kendala dalam proses evakuasi. Kendati demikian, pengerahan alat berat telah dilakukan sejak sehari sebelumnya dengan menyesuaikan kondisi lapangan.

"Hari ini dan sejak kemarin alat berat sudah dapat dikerahkan. Namun karena keterbatasan ruang jalan, hanya alat berat berukuran kecil dan sedang yang dapat dioperasikan," ucapnya.

Baca Juga: Bantuan bagi Korban Longsor Cisarua

Ia juga menjelaskan bahwa longsor di wilayah Cisarua memiliki skala yang besar dan kompleks, sehingga menyulitkan proses pencarian korban. Berdasarkan hasil pengukuran sementara, panjang lidah longsoran diperkirakan mencapai 2.009 meter dengan lebar terluas sekitar 140 meter.

“Berdasarkan pengukuran, diketahui terdapat dua mahkota longsor. Panjang dari mahkota hingga lidah longsoran diperkirakan mencapai 2.009 meter, dengan lebar terluas sekitar 140 meter. Namun angka ini bersifat perkiraan karena longsoran melebar ke kiri dan kanan,” jelasnya.

Mohammad Syafii menambahkan bahwa pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan akan terus disesuaikan dengan hasil evaluasi serta kondisi di lapangan, termasuk mempertimbangkan aspek keselamatan seluruh personel yang terlibat.

“Operasi SAR akan dievaluasi pada hari ketujuh. Namun pemerintah daerah melalui BPBD telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari,” ucap Kepala Basarnas Mohammad Syafii.

(Sumber: Antara) 

x|close