Misteri Jejak Langkah Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Akhirnya Terjawab, Begini Kata Basarnas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jan 2026, 10:53
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Bagian dari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di wilayah Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan Bagian dari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di wilayah Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Misteri jejak kaki yang terekam di smartwatch milik kopilot ATR 42-500, Farhan Gunawan, sempat memunculkan harapan di tengah pencarian korban kecelakaan pesawat di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Smartwatch yang terhubung ke ponsel Farhan diketahui masih aktif setelah pesawat jatuh dan mencatat ribuan langkah, sehingga menimbulkan dugaan adanya pergerakan.

Informasi tersebut terungkap setelah ponsel Farhan ditemukan oleh tim SAR dan diserahkan kepada keluarga pada Sabtu, 17 Januari 2026. Dari ponsel itu diketahui smartwatch Farhan masih terhubung dan menampilkan data aktivitas.

Kabar tersebut disampaikan oleh Pitri Keandedes Hasibuan (30), perwakilan keluarga Farhan, yang menerima informasi dari adiknya, Dian Mulyana Hasibuan, pacar Farhan yang berada langsung di lokasi pencarian di Gunung Bulusaraung.

Baca Juga: Marinir TNI AL Bantu Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Lereng Bulusaraung Sulsel

“Dia (Farhan) kan ada smartwatch, kalau bisa ada yang melacak smartwatch-nya itu dia pakai yang Galaxy, kayak manalah caranya, supaya ada pertolongan yang cari dia,” kata Pitri.

Menurut Pitri, data dari ponsel Farhan menunjukkan smartwatch masih aktif dan bergerak, sehingga keluarga berharap data tersebut bisa membantu proses pelacakan.

“Karena dari HP dia yang terhubung ke smartwatch-nya itu kan masih bergerak. Kemungkinan kan masih bisa dilacak yah dari situnya,” ujarnya.

Ia menegaskan informasi itu diperoleh langsung dari adiknya yang mengikuti proses pencarian di lapangan.

“(Informasi smartwatch Farhan aktif) Dari adik saya (Dian), kan adik saya di lokasi sana. Iya lagi di sana, naik ke atas gunung,” ungkap Pitri.

Penjelasan Kepala Basarnas

Personel Marinir bersama tim SAR gabungan turut terlibat dalam proses evakuasi pesawat ATR 42-500 di Lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin, 19 Januari 2026. (ANTARA/Ho-Pen Mari) <b>(Antara)</b> Personel Marinir bersama tim SAR gabungan turut terlibat dalam proses evakuasi pesawat ATR 42-500 di Lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin, 19 Januari 2026. (ANTARA/Ho-Pen Mari) (Antara)

Namun, informasi tersebut kemudian diluruskan oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi’i. Ia memastikan data langkah kaki di smartwatch Farhan bukan berasal dari waktu setelah kecelakaan.

“Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan. Dan yang bersangkutan (pihak keluarga korban) sudah dimintai keterangan,” ujar Syafi’i.

Setelah dilakukan penelusuran mendalam terhadap data perangkat tersebut, Basarnas memastikan bahwa aktivitas langkah kaki yang tercatat merupakan data lama.

“Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi,” sambungnya.

Baca Juga: Istana Sampaikan Duka atas Musibah Pesawat dan Bencana

Syafi’i menyatakan keluarga Farhan telah menerima penjelasan tersebut dan memahami kondisi yang terjadi.

“Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast,” tuturnya.

Di tengah klarifikasi itu, Basarnas memastikan upaya pencarian dan evakuasi korban kecelakaan ATR 42-500 terus dilakukan dengan mengerahkan berbagai armada udara.

“Mohon doanya saja, kita sudah mengerahkan banyak pesawat, mulai dari pesawat Boeing, ada tiga pesawat helikopter sekarang kita modifikasi cuaca mudah-mudahan cuaca membaik,” imbuh Syafi’i.

Jejak langkah di smartwatch Farhan pun dipastikan bukan petunjuk pascakecelakaan, melainkan data aktivitas lama yang sempat memunculkan harapan di tengah proses pencarian.

x|close