BNN Ingatkan Bahaya Gas Tertawa Whip Pink: Risikonya Fatal dan Permanen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jan 2026, 13:24
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers terkait penangkapan buronan internasional asal Indonesia Dewi Astutik alias Mami alias Dinda di Gedung 600, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 2 Desember 2025. Dewi Astutik alias Mami alias Dinda merupakan aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun ke Indonesia yang merupakan jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025 dan berhasil ditangkap BNN bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI di Sihanoukville, Kamboja pada Senin, 1 Desember 2025. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/bar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers terkait penangkapan buronan internasional asal Indonesia Dewi Astutik alias Mami alias Dinda di Gedung 600, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 2 Desember 2025. Dewi Astutik alias Mami alias Dinda merupakan aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun ke Indonesia yang merupakan jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025 dan berhasil ditangkap BNN bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI di Sihanoukville, Kamboja pada Senin, 1 Desember 2025. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/bar (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengimbau masyarakat untuk tidak pernah mencoba mengonsumsi “gas tertawa” atau Whip Pink yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Zat tersebut disorot setelah diduga menjadi penyebab wafatnya salah satu selebgram.

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjelaskan gas tertawa mengandung Dinitrogen Oksida (N2O), yaitu zat yang pada suhu ruang berwujud gas tak berwarna dan tidak mudah terbakar, serta memiliki aroma dan rasa sedikit manis saat dihirup atau dicicip.

“N2O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen,” ucap Suyudi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Menurut dia, N2O disebut gas tertawa karena perilaku penyalahgunanya kerap terlihat senang hingga tertawa. Di luar konteks medis, zat ini sering disalahgunakan sebagai inhalan untuk memperoleh efek euforia singkat, relaksasi, atau halusinasi ringan.

Suyudi menegaskan penyalahgunaan N2O sangat berbahaya karena dapat memicu kekurangan oksigen, kerusakan saraf, bahkan kematian.

Baca Juga: Infografik: BNN Bongkar Lab Narkoba Jaringan Internasional

“Penyalahgunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12 yang parah, hingga risiko kematian akibat kekurangan oksigen (hipoksia),” tuturnya.

Ia berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta memberikan edukasi kepada keluarga dengan mengenali bentuk penyalahgunaan N2O, yang umumnya menggunakan tabung kecil atau cartridge maupun balon untuk dihirup. Selain itu, Suyudi meminta orang tua mengawasi lingkungan pergaulan anak dan remaja serta melaporkan peredaran gelap gas tersebut.

Apabila menemukan praktik penjualan atau penggunaan N2O untuk disalahgunakan, masyarakat diminta segera melapor ke BNN melalui layanan telepon 184 atau kepada pihak kepolisian terdekat.

“Jika ada anggota keluarga yang terlibat, segera hubungi layanan konseling serta rehabilitasi BNN yang bersifat rahasia dan gratis,” tambah Suyudi.

BNN menegaskan komitmennya melindungi kesehatan masyarakat dari berbagai bentuk penyalahgunaan zat adiktif, baik yang tergolong narkotika, narkoba jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS), maupun zat berbahaya seperti N2O bila disalahgunakan. Upaya pencegahan, penegakan hukum, dan rehabilitasi akan terus dioptimalkan demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang Bersih dari Narkoba atau Indonesia Bersinar.

Baca Juga: BNN Masih Buru 3 Orang Terkait Kasus Laboratorium Narkoba Liquid Vape di Ancol

(Sumber: Antara) 

Tags

x|close