Perbasi dan IBL Bersinergi dengan BNN Demi Integritas Kompetisi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jan 2026, 10:16
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Badan Legal, Etik, dan Disiplin DPP Perbasi Fritz Edward berbicara dalam kegiatan Persiapan Pembukaan IBL 2026, di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026. ANTARA/Donny Aditra Kepala Badan Legal, Etik, dan Disiplin DPP Perbasi Fritz Edward berbicara dalam kegiatan Persiapan Pembukaan IBL 2026, di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026. ANTARA/Donny Aditra (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) bersama Indonesian Basketball League (IBL) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) guna menjaga integritas kompetisi dari berbagai tindakan kriminal dan penyalahgunaan narkoba atau obat terlarang.

Kepala Badan Legal, Etik, dan Disiplin DPP Perbasi, Fritz Edward, menyatakan kerja sama ini merupakan respons terhadap sejumlah pelanggaran yang terjadi pada musim sebelumnya. Langkah ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas kompetisi, sehingga perkembangan bola basket nasional dapat terus berlanjut.

"Kami tahu pengalaman apa yang terjadi di tahun 2025 (kasus Jarred Shaw) dan kami berharap hal tersebut tidak terjadi lagi di tahun 2026," kata dia di Jakarta, Selasa, 7 Januari 2026.

Baca Juga: Dirut IBL Jelaskan Alasan Semifinal dan Final IBL 2026 Gunakan Format Best-of-Five

Fritz menambahkan, federasi dan operator liga berkomitmen menciptakan ekosistem pertandingan yang bersih, aman, dan profesional bagi seluruh pelaku olahraga.

Kerja sama dengan BNN akan difokuskan pada pengawasan penggunaan obat-obatan, terutama yang berkaitan dengan zat psikotropika, baik selama pertandingan maupun aktivitas pendukung lainnya di lingkungan kompetisi.

Dia menegaskan DPP Perbasi tidak hanya menitikberatkan aspek teknis permainan, tetapi juga nilai-nilai etika dan disiplin sebagai fondasi pembinaan olahraga prestasi. Upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman serta keadilan bagi seluruh peserta liga.

Baca Juga: IBL 2026: 26 Pemain Basket Asing AS Dominasi Kompetisi

Melalui sinergi dengan BNN, DPP Perbasi dan IBL menargetkan penerapan prosedur pencegahan dan edukasi yang lebih terstruktur, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan kompetisi bola basket nasional pada musim 2026 dan seterusnya.

"Diharapkan bisa melahirkan bukan hanya pertandingan yang menyenangkan, tetapi juga generasi muda bola basket Indonesia yang berkualitas," ujar dia.

Pada musim 2025, IBL sempat digegerkan dengan penangkapan pemain asing Tangerang Hawks Basketball, Jarred Shaw, karena kepemilikan narkoba. Barang terlarang itu dikirim dari Thailand dan ditujukan kepada pemain asal Amerika Serikat tersebut.

(Sumber: Antara) 

x|close