Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL) Junas Miradiarsyah menilai format pertandingan kandang-tandang (home-away) menunjukkan perkembangan positif dengan berbagai indikator keberhasilan, khususnya dari sisi kompetisi dan dinamika antartim, menjelang tahun ketiga penyelenggaraan liga.
Junas menjelaskan, meskipun Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan negara lain yang lebih dulu menerapkan format serupa, dua tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menjanjikan bagi masa depan liga.
"Memasuki tiga tahun penyelenggaraan atau IBL 2026, dari sisi kompetisi semakin kompetitif dengan hadirnya juara berbeda," kata Junas dalam kegiatan Persiapan Pembukaan IBL 2026, di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.
Baca Juga: Dirut IBL Beberkan Alasan Bima Perkasa dan Bali United Absen di IBL 2026
Fakta tersebut mencerminkan meningkatnya pemerataan kekuatan tim dan ketatnya persaingan antartim peserta. Selain itu, meningkatnya perpindahan atau transfer pemain pada musim 2026 juga menjadi indikator positif dari sisi industri olahraga.
Setiap tim kini berupaya menyusun komposisi pemain terbaik, tidak hanya dari segi kualitas teknis, tetapi juga karakter pemain yang mulai merata di seluruh klub. Junas menambahkan, format kandang-tandang mendorong terbentuknya rivalitas baru yang tidak lagi terpusat pada tim-tim tertentu saja. Hampir setiap pertandingan kini memiliki nilai emosional dan cerita tersendiri, termasuk berkembangnya laga-laga bertajuk derby.
Baca Juga: IBL Hapus Batas Gaji per Musim, Fokuskan Aturan “Salary Cap” untuk Pemain Asing
"Hal ini kami harapkan menjadi fondasi atau langkah awal agar IBL bisa melangkah lebih jauh dan industri bola basket Indonesia tumbuh lebih besar," ujar dia.
Dirut IBL sejak 2019 itu optimistis, dengan konsistensi penyelenggaraan format tersebut, kompetisi akan semakin matang dan berkontribusi pada peningkatan prestasi bola basket nasional di masa depan. Basis penggemar juga diperkirakan meningkat karena semakin menyentuh aktivitas keseharian masyarakat di kota-kota tempat klub beroperasi.
Untuk musim 2026, IBL akan diikuti oleh 11 tim yang berasal dari Pulau Sumatera dan Jawa.
(Sumber: Antara)
Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah berbicara dalam kegiatan Persiapan Pembukaan IBL 2026, di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2025. ANTARA/Donny Aditra (Antara)