Dirut IBL Jelaskan Alasan Semifinal dan Final IBL 2026 Gunakan Format Best-of-Five

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jan 2026, 05:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah berbicara dalam kegiatan Persiapan Pembukaan IBL 2026, di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2025. ANTARA/Donny Aditra Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah berbicara dalam kegiatan Persiapan Pembukaan IBL 2026, di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2025. ANTARA/Donny Aditra (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL) Junas Miradiarsyah menyatakan sejumlah faktor menjadi alasan pertandingan semifinal dan final musim 2026 diselenggarakan dengan format baru, dari sebelumnya best-of-three menjadi best-of-five.

Dia menjelaskan perubahan format itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus nilai komersial liga.

"Dari data dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat di semifinal dan final itu secara rata-rata pemenangnya harus ditentukan hingga laga ketiga, sehingga hasil pertandingan ditentukan dengan ketat, oleh sebab itu jumlah pertandingannya sudah layak untuk ditambah," kata Junas di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.

Junas menambahkan keputusan tersebut diambil setelah melihat tren persaingan tiga musim terakhir, khususnya pada fase playoff, di mana kekuatan tim relatif seimbang dan kualitas pertandingan tinggi.

Baca Juga: IBL Hapus Batas Gaji per Musim, Fokuskan Aturan “Salary Cap” untuk Pemain Asing

Selain aspek kompetitif, faktor penonton juga menjadi pertimbangan penting. Laga semifinal dan final selalu mendapat respons positif dari publik, dengan tingkat keterisian arena yang tinggi di berbagai kota penyelenggara.

"Peningkatan jumlah laga diharapkan memberi dampak positif secara langsung terhadap klub, baik dari sisi atmosfer pertandingan maupun pendapatan melalui penjualan tiket laga. Kalau penuh, kemudian pendapatan tiketnya bagus, laga-nya ditambah, mudah-mudahan respons dan impact untuk timnya juga semakin baik," ujar Junas.

Dirut IBL sejak 2019 itu menambahkan, penerapan format laga untuk semifinal dan final ke depannya bisa saja berubah menjadi best-of-seven seperti di NBA. Jika tren kompetitif dan antusiasme penonton terus meningkat, rencana tersebut berpotensi diwujudkan pada musim 2027 dan seterusnya.

Baca Juga: Dirut IBL: Anto Boyratan Bukti Kualitas Mumpuni Pemain Indonesia

Hal itu sejalan dengan visi IBL untuk memperkuat ekosistem bola basket nasional melalui kompetisi yang menarik, kompetitif, berkelanjutan, serta berdampak positif bagi klub dan kota penyelenggara.

Untuk musim 2026, IBL memastikan total 110 pertandingan musim reguler dengan 11 klub peserta, 12 laga playoff, 10 laga semifinal, serta lima pertandingan final menggunakan format best-of-five.

Format best-of-five adalah sistem pertandingan maksimal lima laga. Jika satu tim mencapai tiga kemenangan lebih dulu, dua laga sisanya tidak dimainkan dan pemenang berhak melaju ke babak berikutnya atau menjuarai kompetisi.

(Sumber: Antara) 

Tags

HIGHLIGHT

x|close