Ntvnews.id, Bekasi - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bekasi, Kecamatan Mustika Jaya, Mustikasari 4, Ageng Wicaksono, menyampaikan klarifikasi terkait polemik video menu kering Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral di media sosial lantaran menu yang ditampilkan dinilai jauh dari ekspektasi gizi seimbang dan dinarasikan sebagai jatah untuk dua hari.
Ageng menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, kesalahpahaman muncul pada Kamis (15/1), ketika terdapat dua jenis menu yang dikirimkan secara bersamaan ke MI Nurul Anwar, yakni menu basah dan menu kering.
Namun, menu kering yang seharusnya diperuntukkan untuk satu hari konsumsi justru diviralkan oleh wali murid.
"Ada kesalahpahaman terkait menu saat itu, karena memang saat itu hari Jumat tidak ada distribusi, jadi paket hari Sabtu maju menjadi Kamis. Sedangkan di hari Kamis masih memberikan menu basah terdiri dari spageti saus daging bolognese, tahu crispy, sawi hijau, wortel, jeruk," ujarnya, Senin (19/1).
Atas kejadian tersebut, pihak SPPG telah melakukan diskusi dan mediasi dengan Person in Charge (PIC) sebagai penanggung jawab di lapangan. Hasilnya, situasi kini telah kondusif dan aman. "Saat ini kondisi sudah kondusif dan aman. Semua pihak sudah menyepakati untuk berdamai agar masalah ini tidak menjadi berlarut-larut," kata Ageng.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bekasi, Kecamatan Mustika Jaya, Mustikasari 4, Ageng Wicaksono, menyampaikan klarifikasi terkait polemik video menu kering Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral di media sosial/ist
Selanjutnya, kata Ageng, evaluasi ke depan akan difokuskan pada penguatan sosialisasi kepada orang tua murid agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa. Sejumlah poin terkait keberlanjutan Program MBG juga telah dicantumkan sebagai bahan perbaikan.
Baca juga: Libur Sekolah, MBG Tetap Disalurkan Bagi Ibu Hamil dan Balita
Sementara itu, PIC MI Nurul Anwar, Azizah dalam mediasi tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada SPPG atas kejadian tersebut. Ia menambahkan bahwa unggahan video oleh wali murid memicu kesalahpahaman karena menyebut menu kering diberikan untuk dua hari.
"Sebelumnya kami memohon maaf kepada pihak SPPG Mustikasari bahwa tindakan dari kejadian ini dari wali murid kami yang mem-posting video bernarasi menu keringan itu dua hari, padahal kenyataannya itu (buat) satu hari. Itu pun saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak tersebut," jelasnya.
Para wali murid yang sempat mengunggah video tersebut juga telah melakukan klarifikasi ulang di media sosial. Selain itu, pihak SPPG telah memberikan tambahan menu pengganti dan melakukan pemesanan baru sebagai bentuk tanggung jawab.
"Mereka juga sudah mengklarifikasi dan mem-posting kembali apa yang mereka dapatkan. Tadi juga hari ini sudah mendapatkan tambahan menu pengganti hari Sabtu dan sudah dibuat pesanan baru lagi," lanjut Azizah.
Sebelumnya ramai di media sosial, video yang menjadi sorotan publik terkait menu yang diterima oleh penerima manfaat peserta didik di Bekasi, jauh dari standar kelayakan serta dijatah untuk konsumsi dua hari. Adapun menu tersebut berupa satu buah pisang, setengah potongan ubi ungu, dan kental manis dalam kemasan plastik.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bekasi, Kecamatan Mustika Jaya, Mustikasari 4, Ageng Wicaksono, menyampaikan klarifikasi terkait polemik video menu kering Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral di media sosial/ist