Ntvnews.id, London - Ratusan warga menggelar aksi demonstrasi di London, Inggris, untuk menentang rencana pembangunan gedung kedutaan besar China yang menuai kontroversi. Keputusan terkait proyek tersebut dijadwalkan akan diambil dalam beberapa hari ke depan.
Dilansir dari AFP, Senin, 19 Januari 2026, para demonstran sebagian besar menutupi wajah dengan syal atau masker menyuarakan penolakan dengan meneriakkan “Tidak untuk kedutaan besar China” serta mengibarkan bendera bertuliskan “Bebaskan Hong Kong. Revolusi sekarang”.
Peserta aksi lainnya membawa poster dengan berbagai slogan, seperti “MI5 diperingatkan. Partai Buruh berlutut”, yang merujuk pada badan intelijen dalam negeri Inggris dan partai berkuasa di bawah Perdana Menteri Keir Starmer.
Ada pula poster bertuliskan “PKC (Partai Komunis China) mengawasi Anda. Hentikan kedutaan besar mega”.
Pemerintah China telah beberapa tahun terakhir berupaya memindahkan kedutaan besarnya di London. Saat ini, Kedutaan Besar China masih berlokasi di kawasan elit Marylebone, pusat kota London.
Baca Juga: Huawei Rebut Kembali Takhta Pasar Smartphone China 2025, Geser Apple Setelah 5 Tahun
Rencana terbaru menyebutkan China ingin memindahkan kedutaannya ke sebuah lokasi bersejarah yang luas di dekat Menara London. Wacana ini memicu penolakan dari warga setempat, kelompok pembela hak asasi manusia, serta para pengkritik Partai Komunis China.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung menjelang keputusan yang diperkirakan akan diambil pekan ini. Kepala organisasi HAM Hong Kong Watch, Benedict Rogers, memperingatkan bahwa jika rencana tersebut disetujui, “sangat mungkin” lokasi itu “akan digunakan untuk spionase”, mengingat adanya kabel komunikasi bawah tanah yang sensitif di sekitar area tersebut.
Rogers juga menuding China telah “melakukan kampanye penindasan transnasional terhadap berbagai komunitas diaspora” serta para pengkritiknya. Seorang demonstran yang hanya memperkenalkan diri sebagai Brandon, karena khawatir akan pembalasan, menilai rencana tersebut menimbulkan “banyak kekhawatiran”.
Bendera China (Istimewa)
Karyawan bank berusia 23 tahun asal Hong Kong itu menyebut banyak warga Hong Kong memilih pindah ke Inggris “untuk menghindari pemerintahan otoriter di China”. Ia pun mengaku khawatir kedutaan baru itu akan berfungsi sebagai “pangkalan operasi” Beijing.
“Saya rasa ini tidak baik untuk siapa pun kecuali pemerintah China,” ujarnya.
Demonstran lain asal Hong Kong yang kini menetap di Manchester menyampaikan kekhawatiran bahwa kedutaan tersebut akan menjadi “pusat mata-mata bukan hanya untuk mengawasi Inggris tetapi seluruh Eropa”. Dalam aksi itu, salah satu orator yang hadir adalah Kemi Badenoch, pemimpin Partai Konservatif yang merupakan oposisi utama pemerintah.
Baca Juga: Menlu RI Koordinasi dengan China Tangani Penculikan WNI oleh Bajak Laut di Gabon
Sejumlah anggota parlemen Inggris juga menyuarakan kekhawatiran serius terkait keamanan pada awal pekan ini, menyusul laporan sebuah surat kabar terkemuka. Laporan tersebut menyebut lokasi kedutaan baru akan memiliki 208 ruangan rahasia, termasuk “ruang tersembunyi”.
Daily Telegraph melaporkan telah memperoleh dokumen rencana bangunan yang belum disensor untuk kompleks kedutaan baru di bekas lokasi Royal Mint yang bersejarah. Dalam dokumen itu, Beijing disebut berencana membangun sebuah “ruang tersembunyi” di antara “ruang-ruang rahasia” di bawah kedutaan, yang letaknya berdekatan dengan kabel komunikasi bawah tanah.
Jam Big Ben Inggris (Istimewa)