Huawei Rebut Kembali Takhta Pasar Smartphone China 2025, Geser Apple Setelah 5 Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 13:13
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Huawei Mate X6. (Foto: Istimewa via telset.id) Huawei Mate X6. (Foto: Istimewa via telset.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Huawei resmi kembali menjadi merek smartphone nomor satu di China pada 2025, mengakhiri dominasi para pesaing setelah lima tahun. 

Ini menjadi kepemimpinan tahunan pertama Huawei sejak 2020, sekaligus menandai kebangkitan besar setelah dihantam sanksi Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC), seperti dikutip dari Gizmochina, Kamis (15/1/2026), Huawei mencatat pangsa pasar 16,4% dengan total pengiriman 46,7 juta unit. 

Angka ini menempatkan Huawei sedikit di atas Apple, yang membukukan pangsa pasar 16,2% di pasar smartphone terbesar dunia.

Kembalinya Huawei ke puncak tidak lepas dari kembalinya dukungan jaringan 5G, meningkatnya penggunaan chip Kirin buatan dalam negeri, serta performa kuat dari lini ponsel premium seperti seri Mate dan Pura. 

IDC mencatat, peningkatan kapasitas produksi chip lokal menjadi faktor krusial dalam mendorong lonjakan pengiriman Huawei sepanjang tahun.

Sementara itu, Apple menempati posisi kedua, didorong oleh tingginya minat konsumen terhadap seri iPhone 17. Bahkan, Apple sempat menjadi pemimpin pasar pada kuartal keempat 2025 dengan pangsa mencapai 21%.

Di bawah Apple, Vivo menempati peringkat ketiga, disusul oleh Xiaomi dan Oppo. Menariknya, Honor harus keluar dari lima besar, menandai pergeseran peta persaingan di industri smartphone China.

Meski persaingan semakin sengit, pasar smartphone China secara keseluruhan justru terus menyusut. Total pengiriman ponsel pintar pada 2025 tercatat turun 0,6% secara tahunan menjadi sekitar 285 juta unit. 

Kenaikan harga chip memori serta biaya produksi memaksa sejumlah produsen menaikkan harga atau menunda peluncuran produk baru.

Ke depan, para analis memperkirakan tahun 2026 akan menjadi tantangan yang lebih berat, dengan pertumbuhan pasar yang melambat, tekanan biaya yang meningkat, dan kompetisi yang semakin ketat, membuat posisi Huawei sebagai pemimpin pasar berpotensi sulit dipertahankan.

x|close