Polisi Pastikan Rantai di Exit Tol Rawa Buaya Dipasang Dishub Bukan Pak Ogah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 15:46
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pak ogah di persimpangan kawasan Tebet Timur, Jakarta. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar). Ilustrasi - Pak ogah di persimpangan kawasan Tebet Timur, Jakarta. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian memastikan bahwa pemasangan rantai dan gembok di akses keluar Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu, 14 Januari 2026, bukan dilakukan oleh pengatur lalu lintas liar atau “pak ogah”, melainkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Kepastian tersebut disampaikan Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Aang Kaharudin saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

"Jadi, penutupan jalan itu memang dari Dishub, dan Dishub sudah menyatakan bahwa gembok penutupan itu dari Dishub," kata Aang.

Ia menjelaskan, penutupan akses keluar tol tersebut merupakan bagian dari pengaturan lalu lintas yang sudah memiliki jadwal resmi buka dan tutup dari Dishub DKI Jakarta.

"Info dari Dishub, Dishub itu menutup dari jam 06.00 pagi sampai jam 11.00 siang. Jam 11.00 siang dibuka, memang begitu, ada jadwalnya memang," ujar Aang.

Baca Juga: Polisi Tangkap 'Pak Ogah' Viral yang Pungli di Exit Tol Rawa Buaya

Aang menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai “pak ogah” yang menutup jalan dengan rantai dan baru membuka setelah menerima uang dari pengendara tidak sesuai fakta.

Menurut dia, para pengatur lalu lintas liar tersebut baru berada di lokasi setelah petugas Dishub membuka kembali akses jalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Jadi, bukan 'pak ogah' itu yang nutup atau ngerantai segala, bukan. Itu memang dari Dishub. Ada aturannya, dari jam 06.00 pagi ditutup, jam 11.00 siang sudah dibuka tuh jalan. Jadi, kalau misalnya jam 11.00 siang kan dibuka tuh sama Dishub, baru dia (pak ogah) ngatur, begitu," jelas Aang.

Meski tidak terbukti melakukan penutupan jalan secara paksa atau pemalakan menggunakan rantai seperti yang viral di media sosial, tiga orang “pak ogah” tersebut tetap diamankan ke Mapolsek Cengkareng untuk dimintai keterangan.

Baca Juga: Tampang 'Pak Ogah' Nekat Tepok Bokong Mahasiswi di Depan Umum

Aang menyampaikan kepolisian akan melakukan langkah pembinaan terhadap ketiganya setelah proses klarifikasi selesai dilakukan.

"Paling ini kan masih diambil keterangannya, rencana kita pembinaan saja, ya. Karena berdasarkan cross-check, bukan mereka yang melakukan penutupan itu," ungkapnya.

Sebelumnya, sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sekelompok pengatur lalu lintas liar yang diduga menutup akses keluar Tol Rawa Buaya menuju Jalan Outer Ring Road menggunakan water barrier dan rantai.

Dalam rekaman tersebut, satu orang terlihat berjongkok di tepi jalan, sementara dua lainnya berdiri di tengah akses keluar tol. Ketiganya diduga meminta uang kepada pengendara yang hendak melintas agar dapat membuka jalan.

(Sumber: Antara) 

x|close