Ntvnews.id, Jakarta - Hampir dua dekade sudah, akhirnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said. Melalui Dinas Bina Marga, pekerjaan pembongkaran dijadwalkan mulai pekan depan, lebih cepat dari rencana awal. Proyek yang dimulai sejak 2004 dan mangkrak pada 2007 era Gubernur DKI Sutiyoso.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo mengungkapkan bahwa percepatan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat rapat. Awalnya, pembongkaran direncanakan berlangsung pada minggu ketiga Januari 2026, namun jadwal tersebut dimajukan.
“Pak Gubernur kemarin, pada saat rapat pimpinan (rapim), menyampaikan minta minggu depan dibongkar. Jadi rencana minggu depan kita akan mulai. Insya Allah hari Rabu, kalau enggak berubah,” ucap Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.
Heru menjelaskan, percepatan pembongkaran tiang monorel Rasuna Said dimungkinkan karena seluruh proses administrasi serta pembahasan dengan PT Adhi Karya selaku pemilik aset telah diselesaikan. Dengan rampungnya tahapan tersebut, pekerjaan fisik dapat segera dieksekusi.
Baca Juga: Pemprov DKI Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel Mangkrak
Tiang Monorel (Antara/ Aprillio Akbar)
Baca Juga: Dishub DKI: Pembongkaran Tiang Monorel Dilakukan Malam Hari
Usai pembongkaran, Pemprov DKI Jakarta akan langsung melakukan penataan ulang Jalan HR Rasuna Said, khususnya di sisi timur, agar tampil seragam dengan sisi barat yang lebih dulu tertata rapi. Konsep penataan meliputi penghapusan jalur cepat dan jalur lambat, kemudian digantikan dengan desain jalan dan trotoar yang lebih tertib serta ramah pejalan kaki.
“Rasuna Said sisi barat sudah selesai, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur; jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata,” katanya.
Secara keseluruhan, terdapat 90 tiang monorel mangkrak yang akan dibongkar di sepanjang koridor Jalan HR Rasuna Said. Sementara itu, pembahasan terkait sisa tiang monorel di kawasan Senayan masih terus dilakukan dan akan ditangani secara bertahap.
Proyek pembongkaran tiang monorel sekaligus penataan jalan dan trotoar ini dibiayai penuh melalui APBD DKI Jakarta dengan total anggaran sekitar Rp100 miliar. Anggaran tersebut mencakup seluruh pekerjaan, mulai dari pembongkaran hingga penataan infrastruktur jalan.
Tiang Monorel (Instagram @pramonoanungw)