Ntvnews.id, Jakarta - Setelah lima tahun terbengkalai akibat pandemi Covid-19, Pasar Kombongan Kemayoran akhirnya kembali menggeliat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung turun langsung meresmikan pasar yang berlokasi di Jalan Bungur Besar, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa, 6 Januari 2026.
Namun di balik peresmian tersebut, para pedagang menyampaikan keluhan yang selama ini dirasakan. Bukan soal fasilitas atau bangunan, melainkan akses menuju pasar yang dinilai tertutup dan menyulitkan pembeli.
Salah satu pedagang menyampaikan langsung di hadapan Pramono Anung bahwa masalah utama Pasar Kombongan hanya satu, yakni akses dari permukiman sekitar yang tertutup. Akibatnya, arus pengunjung menurun drastis.
"Cuman kendalanya cuman satu Pak. Keluhan pedagang kami itu cuma akses, Pak. Akses pemukiman tertutup," ucap salah satu pedagang.
Pasar Kombongan Kemayoran (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Tinjau Taman Gapura Muka Cakung, Warga Minta 3 Hal Ini ke Pramono
Ia bahkan menyebut, hingga 90 persen pedagang merasakan dampak yang sama. Pengalaman berjualan selama 35 tahun di Pasar Kombongan membuatnya yakin bahwa tertutupnya akses sangat memengaruhi jumlah pembeli.
Keluhan serupa disampaikan Sarwono, pedagang lainnya yang sudah lama menggantungkan hidup di Pasar Kombongan. Menurutnya, pasar ini dulunya sangat ramai karena menjadi jalur lalu lintas kendaraan.
"Ini dulu pasar ini dulunya ramai Pak. Karena banyak lalu lalang kendaraan yang lewat ini, dari mobil maupun motor, itu ada jalan tembus Pak. Tapi sekarang karena kereta itu terlalu panjang, itu jadi ada penutupan jalan yang lebar itu, Pak," ungkapnya.
Namun kondisi berubah sejak adanya penutupan jalan akibat jalur kereta api yang memanjang, sehingga kendaraan tidak lagi bisa melintas seperti dulu. Dampaknya, aktivitas jual beli menurun tajam.
Pasar Kombongan Kemayoran (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Pramono Resmikan Pasar Kombongan Kemayoran Setelah 5 Tahun Mangkrak
Sarwono berharap akses minimal untuk kendaraan roda dua bisa dibuka kembali, khususnya di sekitar rel kereta, agar roda ekonomi pedagang kembali berputar.
"Karena sekarang itu terlalu jauh muter itu Pak. Dan para yang belanja itu mengeluhkan seperti itu," ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Pramono Anung langsung mengambil langkah cepat. Ia memerintahkan jajaran terkait, termasuk Pasar Jaya, untuk segera mencari solusi terbaik.
"Karena bagaimanapun ini kan ada kereta api yang kita tidak bisa ganggu gugat. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana cara membuka akses supaya saudara-saudara sekalian, para pembeli itu akan bisa lebih mudah datang dan menikmati pasar ini," ungkap Pramono Anung.
Pramono Anung dan pedagang Pasar Kombongan Kemayoran (NTVNews.id/Adiansyah)