Proyek MRT Fase 2A, Rekayasa Lalin di Harmoni–Mangga Besar Berlaku hingga Agustus 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jan 2026, 15:51
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Rekayasa lalin Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP 202 tahap 3 dimulai, Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026. ANTARA/HO-PT MRT Jakarta (Perseroda). Rekayasa lalin Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP 202 tahap 3 dimulai, Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026. ANTARA/HO-PT MRT Jakarta (Perseroda). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Rekayasa lalu lintas di kawasan Proyek PT MRT Jakarta (Perseroda) Fase 2A CP 202 Tahap 3 yang meliputi Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2026 hingga 31 Agustus 2026.

"Rekayasa lalu lintas, di area setasiun Harmoni, Sawah Besar dan Mangga Besar, perlu dilakukan sebagai bagian dari tahapan pekerjaan pada ketiga stasiun tersebut yang menjadi bagian dari paket kontrak CP 202 Fase 2A MRT Jakarta," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.

Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP 202 merupakan salah satu segmen konstruksi MRT Jakarta yang mencakup pembangunan stasiun bawah tanah Harmoni, Sawah Besar dan Mangga Besar, serta pengerjaan terowongan dari kawasan Harmoni hingga Mangga Besar.

Manajemen rekayasa lalu lintas tersebut dilaksanakan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Shimizu Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana, dengan berkoordinasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

PT MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat selama pekerjaan berlangsung dan berharap dukungan serta kerja sama publik demi kelancaran proyek.

Baca Juga: Proyek MRT Jakarta Fase 2A, Ini Rekayasa Lalu Lintas Glodok-Stasiun Kota

Selain itu, perusahaan memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga melalui pemasangan rambu lalu lintas, marka jalan, serta lampu penerangan jalan umum di sekitar area proyek.

"Kami berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan," katanya.

Ada pun perubahan arus lalu lintas dilakukan secara bertahap di masing-masing stasiun.

Di kawasan Stasiun Harmoni, Tahap 3.2 diberlakukan pada periode 1 Januari 2026 hingga 30 April 2026. Pada tahap ini dilakukan pekerjaan penggalian, konstruksi stasiun, kanal underpass, dan pintu masuk stasiun. Arus lalu lintas di Jalan Hayam Wuruk akan bergeser sedikit ke sisi jalan dari Gedung BPKP hingga Gedung Sandjaja, dengan tiga lajur kendaraan ke arah Monas tetap dipertahankan.

Di kawasan Stasiun Sawah Besar, Tahap 3.3.2 berlangsung pada 1 Januari 2026 hingga 28 Februari 2026. Pada periode ini, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Kota dibelokkan ke sisi kanal dari Alfamart hingga Clover Bakery, kemudian kembali ke jalur tengah.

Baca Juga: DPO Podcast: Wow! Temuan Rel Kuno di Proyek MRT, Arkeolog: Kita Pernah Punya Trem Listrik

Tahap 3.3.3 dilaksanakan pada 1 Maret 2026 hingga 17 Maret 2026. Pada tahap ini, arus Jalan Hayam Wuruk arah Monas dialihkan ke tengah mulai dari Gedung Clover Bakery dan kembali ke sisi gedung sebelum Jalan Sukarjo Wiryopranoto. Sementara itu, arus Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi kanal di depan Gedung CIMB Niaga hingga sebelum Gajah Mada Plaza.

Tahap 3.3.4 berlangsung pada 18 Maret 2026 hingga 30 Juni 2026. Pada tahap ini, arus Jalan Hayam Wuruk arah Monas dibelokkan ke tengah dari Hotel Ibis dan kembali ke sisi gedung setelah McDonald’s. Arus Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi kanal di depan Gedung CIMB Niaga hingga Jalan Zainul Arifin.

Tahap 3.3.5 diberlakukan pada 1 Juli 2026 hingga 31 Agustus 2026. Pada periode ini, arus Jalan Hayam Wuruk ke arah Monas dan Kota dikembalikan ke sisi tengah, sementara arus Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi tengah tepat di Gedung CIMB Niaga.

Di kawasan Stasiun Mangga Besar, Tahap 3.4.1 berlangsung pada 1 Januari 2026 hingga 30 April 2026. Pada tahap ini, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas satu lajur dialihkan ke sisi kanal dan kembali ke sisi gedung setelah Gedung BRI.

Tahap 3.4.2 diberlakukan pada 1 Mei 2026 hingga 31 Agustus 2026. Pada periode tersebut, arus Jalan Hayam Wuruk arah Monas satu lajur tetap berada di sisi kanal dan dialihkan ke sisi bangunan setelah kawasan Ruko Olimo.

(Sumber: Antara) 

x|close