Prabowo Beri Tanda Kehormatan kepada Mentan Amran dan Petani Berprestasi di Karawang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jan 2026, 13:28
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto menyematkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kepemimpinan dan perannya dalam mendorong peningkatan produksi serta reformasi sektor pertanian nasional di Karawang, Jawa Barat, Rabu 7 Januari 2026. (ANTARA/HO-Sekretariat Presiden) Presiden RI Prabowo Subianto menyematkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kepemimpinan dan perannya dalam mendorong peningkatan produksi serta reformasi sektor pertanian nasional di Karawang, Jawa Barat, Rabu 7 Januari 2026. (ANTARA/HO-Sekretariat Presiden) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan negara kepada sejumlah tokoh serta pelaku di sektor pertanian dalam rangkaian kegiatan panen raya nasional sekaligus pengumuman capaian swasembada pangan yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026.

Penganugerahan tersebut diikuti secara dalam jaringan (daring) melalui Sekretariat Presiden di Jakarta dan merupakan bentuk penghargaan negara atas kontribusi nyata para penerima dalam memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan nasional.

Pemberian tanda kehormatan itu didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wirakarya, yang ditandatangani di Jakarta pada 7 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kepemimpinan serta perannya dalam mendorong peningkatan produksi dan pelaksanaan reformasi di sektor pertanian nasional.

Baca Juga: Dapur MBG di Bener Meriah Aceh Beroperasi, Petani dan Pedagang Pasar Gembira Ekonomi Jalan

Sementara itu, Bintang Jasa Pratama diberikan kepada Heri Sunarto, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi petani dalam menjaga produktivitas pangan dari sektor hulu.

Presiden juga menganugerahkan Bintang Jasa Nararya kepada Bobby Irfan Effendi, penyuluh pertanian dari Kabupaten OKU Timur, serta Winarto dari Poktan Sri Sedhono, Kabupaten Ngawi. Keduanya dinilai memiliki pengabdian dan peran aktif dalam mendampingi petani serta memperkuat kelembagaan pertanian di daerah.

Selain Bintang Jasa, Kepala Negara turut memberikan Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah tokoh lintas sektor yang dianggap memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Para penerima Satyalancana Wira Karya tersebut antara lain Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika selaku Danko Diklat TNI, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, Wakil Asisten Teritorial Kodam XVIII/Kasuari Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra, serta Dandim Merauke Letkol Czi. Dili Eko Setyawan.

Baca Juga: 1,4 Ton Cabai Petani Aceh Masuk Jakarta, Distribusikan ke Pasar

Penghargaan yang sama juga dianugerahkan kepada Don Muzakir sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia, Mugi Raharjo selaku Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Aseng dari Poktan Ciraden Kabupaten Cianjur, serta Nurul Hadi dari Poktan Sri Ki Lamaran Kabupaten Indramayu.

Dalam agenda Retret Jilid II yang berlangsung di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan bahwa cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog saat ini telah mencapai lebih dari 3 juta ton. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan melampaui rekor yang pernah dicapai pada era Presiden Soeharto.

Kepala Negara menyatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran dan menjadi fondasi penting dalam mempercepat target swasembada pangan yang ditetapkan dapat tercapai dalam waktu empat tahun, bahkan sudah terwujud pada tahun pertama masa pemerintahannya.

Di tengah situasi konflik serta ketidakpastian geopolitik global, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kemandirian pangan sebagai syarat utama kemerdekaan bangsa. Ia juga menargetkan swasembada tidak hanya pada komoditas beras, tetapi juga pada komoditas karbohidrat lainnya serta sumber protein. 

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close