Masyarakat Diminta Waspada Provokasi Demo Anarkis Tolak KUHAP

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Nov 2025, 22:54
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Massa yang bentrok dengan aparat kepolisian di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025. Massa yang bentrok dengan aparat kepolisian di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu, khususnya kelompok anarko, dalam aksi memperingati Hari HAM Sedunia yang jatuh pada 10 Desember 2025.

“Berdasarkan pengalaman aksi anarkis bulan Agustus lalu, ada indikasi terdapat pihak-pihak yang menunggangi isu tersebut untuk menciptakan situasi anarkis dan mendeskreditkan institusi Polri. Apalagi saat ini berembus kencang isu penolakan KUHAP,” kata Haidal, aktivis mahasiswa Bandung, Sabtu, 29 November 2025. 

Haidal menilai sejumlah tuntutan yang akan disuarakan beberapa kelompok berkaitan dengan dugaan tindakan represif aparat terhadap aktivis serta polemik KUHAP baru yang telah disahkan DPR dan kini menjadi sorotan publik.

Meski begitu, ia meyakini masyarakat kini semakin cerdas dalam membedakan isu murni dengan isu yang ditunggangi kepentingan tertentu.

Baca Juga: Panglima TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Langsung Pengungsi Banjir di Pidie Jaya, Aceh

“Saya yakin rakyat sudah cerdas, tidak mau dibodoh-bodohin. Kasus pelanggaran HAM sudah ditangani dengan baik dan diusut secara tuntas, transparan dan masyarakat bisa melakukan kritikan secara langsung,” jelasnya.

Menurut Haidal, aksi unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara. Ia menilai Polri saat ini tetap menunjukkan pendekatan humanis dengan menjalankan standar operasional prosedur (SOP) demi menjaga keamanan dan ketertiban aksi.

“Justru ini membuktikan bahwa Polri berupaya memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan maksimal, aksi akan berubah menjadi anarkis manakala terdapat kelompok penyusup khususnya kelompok anarko yang berupaya provokasi terjadinya aksi anarkis,” ujarnya.

Aksi anarkis pada Agustus 2025 lalu di Kota Bandung diketahui terjadi akibat adanya kelompok penumpang gelap yang memicu provokasi.

Menutup pernyataannya, Haidal mengingatkan, “Kita harus mewaspadai adanya kelompok yang berupaya memprovokasi terjadinya aksi anarkis agar aksi yang kita lakukan berjalan dengan damai dan tuntutan dapat tersampaikan dengan santun dan bijak."

x|close