Trump Ancam Penangguhan Permanen Imigrasi 'Negara Dunia Ketiga'

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Nov 2025, 06:03
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Amerika Serikat. Presiden Donald Trump (kanan) dan Ibu Negara Melania Trump menghadiri Upacara Pengampunan Turki Thanksgiving Nasional di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, 25 November 2025. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong Amerika Serikat. Presiden Donald Trump (kanan) dan Ibu Negara Melania Trump menghadiri Upacara Pengampunan Turki Thanksgiving Nasional di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, 25 November 2025. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis, 27 November 2025, menyampaikan bahwa ia berniat menerapkan penangguhan permanen terhadap imigrasi dari apa yang dia sebut sebagai “negara-negara dunia ketiga.”

Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa kebijakan imigrasi telah menghambat kemajuan nasional. Ia menulis bahwa dirinya akan “menangguhkan secara permanen migrasi dari seluruh Negara Dunia Ketiga untuk memungkinkan sistem AS pulih sepenuhnya.”

Trump juga menegaskan rencananya untuk meniadakan berbagai keputusan imigrasi yang dikeluarkan selama pemerintahan mantan presiden Joe Biden, serta menyaring individu yang menurutnya tidak membawa manfaat. Ia mengancam akan “menyingkirkan siapa pun yang bukan merupakan aset bersih bagi AS.”

Baca Juga: Hubungan AS–Afsel Makin Panas, Trump Tolak Undang Pretoria ke KTT G20 2026

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/am. <b>(Antara)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)

Baca Juga: Trump Sebut Penembakan Garda Nasional sebagai Aksi Terorisme

Selain itu, Trump mengumumkan serangkaian rencana tambahan, termasuk penghentian total tunjangan dan subsidi federal bagi nonwarga negara. Ia juga menyerukan denaturalisasi atau pencabutan kewarganegaraan terhadap para migran yang dianggapnya mengganggu stabilitas dan ketenangan domestik.

Dalam unggahan yang sama, Trump menegaskan pendekatan imigrasi yang keras. Ia menyatakan akan mendeportasi warga negara asing yang dinilai sebagai beban negara, mengancam keamanan, atau “tidak kompatibel dengan peradaban Barat.”

Pernyataan keras Trump muncul setelah insiden penembakan terhadap seorang anggota Garda Nasional AS pada Kamis, yang terjadi di dekat Gedung Putih dan dilakukan oleh seorang warga negara Afghanistan.

(Sumber: Antara) 

x|close