Nasib Nepal di Bawah Bayang-Bayang Darurat Militer, Apa Dampak Buruknya?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Sep 2025, 10:25
thumbnail-author
Dedi
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Massa mengikuti demonstrasi yang menentang pelarangan media sosial oleh pemerintah Nepal. (ANTARA/Anadolu/as.) Massa mengikuti demonstrasi yang menentang pelarangan media sosial oleh pemerintah Nepal. (ANTARA/Anadolu/as.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Darurat militer sering kali disebut sebagai langkah terakhir yang diambil pemerintah ketika menghadapi situasi krisis, baik berupa konflik bersenjata, pemberontakan, maupun bencana besar yang dianggap mengancam stabilitas negara.

Namun, di balik alasan keamanan, penerapan darurat militer menyimpan risiko besar bagi demokrasi, hak asasi manusia, serta kehidupan sipil sehari-hari. Seperti yang terjadi saat ini di Nepal, militer telah mengambil alih kekuasaan karena PM dan presiden mengundurkan diri.

Pembatasan Hak dan Kebebasan

Ketika darurat militer diberlakukan, kewenangan sipil biasanya digantikan oleh aparat militer. Konsekuensinya, kebebasan individu seperti hak berkumpul, kebebasan pers, hingga kebebasan berekspresi bisa dibatasi dengan dalih menjaga ketertiban. Kondisi ini kerap memunculkan iklim ketakutan di masyarakat karena kontrol penuh berada di tangan militer.

Risiko Kekerasan dan Pelanggaran HAM

Sebelum terjadi pengambilalihan militer, Nepal sebenarnya memiliki pengalaman darurat militer pada awal 2000-an. Saat itu, pemerintah mengumumkan darurat militer untuk menghadapi pemberontakan Maois yang semakin meluas. Militer diberi kewenangan ekstra dalam operasi keamanan.

Namun, situasi tersebut justru memicu berbagai kasus pelanggaran HAM, mulai dari penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, hingga hilangnya warga sipil tanpa jejak. Organisasi internasional berkali-kali menyoroti pelanggaran tersebut, yang memperburuk citra negara di mata dunia.

Tergerusnya Demokrasi

Darurat militer juga berpotensi memperlemah institusi demokrasi. Di Nepal, penerapan aturan darurat membuka jalan bagi raja kala itu untuk mengambil alih kekuasaan lebih besar.

Sistem parlementer yang seharusnya menjadi wadah aspirasi rakyat menjadi lumpuh. Ketika kekuasaan terkonsentrasi pada militer dan elit tertentu, keseimbangan politik hilang, dan reformasi demokrasi terhambat bertahun-tahun.

Dampak Jangka Panjang

Selain kerugian langsung berupa hilangnya rasa aman masyarakat, efek darurat militer juga merembet pada pembangunan negara. Ekonomi terganggu karena investasi asing menurun, masyarakat enggan beraktivitas normal, dan hubungan internasional tercederai akibat tuduhan pelanggaran HAM.

Nepal sendiri membutuhkan waktu panjang pasca-darurat militer untuk membangun kembali kepercayaan rakyat terhadap negara dan institusi demokrasinya.

TERKINI

3 Syarat dari Iran Jika Ingin Perang Berakhir, Apa Itu?

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 07:30 WIB

Rekam Rudal Iran di Langit Dubai, Turis Terancam Hukuman Penjara

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 07:30 WIB

Jepang Mulai Lepas Cadangan Minyak

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:50 WIB

Trump Klaim Lagi Perang AS-Israel Melawan Iran Segera Berakhir

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:45 WIB

Penembakan Terjadi di Kampus AS, 2 Orang Terluka dan Pelaku Tewas

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:25 WIB

Antrean Panjang di Sejumlah Bandara AS, Ada Apa?

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:15 WIB

Pasukan Quds Iran Bersumpah Terus Lawan AS-Israel

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:10 WIB

Trump Persilakan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026, Namun...

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 05:45 WIB
Load More
x|close