Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan tidak akan merubah kurikulum yang telah diterapkan selama ini. Kemendikdasmen akan tetap melaksanakan kurikulum K13 dan Merdeka Belajar yang selama ini diterapkan. Namun Kemendikdasmen menambahkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).
Hal itu disampaikan Abdul Mu'ti saat menjadi narasumber dalam program DonCast Nusantara TV yang dipandu jurnalis senior Don Bosco Selamun dan Donny de Keizer, Kamis (28/8/2025) malam.
"Kenapa yang kami rubah pendekatannya? Mohon maaf sebagian dari kurikulum itu kan administratif. Nah, yang namanya konten itu enggak berubah. Saya hanya mengenalkan namanya pendekatan pembelajaran mendalam, deep learning itu," ujar Abdul Mu'ti.
Abdul Mu'ti memberikan ilustrasi rumus mencari luas segitiga. Baik dalam kurikulum K13 maupun Merdeka Belajar rumusnya tetap sama yaitu setengah alas kali tinggi.
"Cuma mengajarkan setengah alas kali tinggi itu kan caranya berbeda," tuturnya.
Baca juga: Mendikdasmen Imbau Pelajar Tidak Turun ke Jalan Ikut Aksi Demonstrasi
Abdul Mu'ti lebih lanjut menjelaskan agar deep learning dapat berjalan baik dan efektif ada tiga kondisi yang harus dipenuhi. Pertama, guru harus mengetahui latar belakang murid yang akan diajar. Kemudian sejauh mana murid tersebut sudah mengerti materi pelajaran yang akan disampaikan.
"Dalam teori disebut dengan presarch. Jadi di planning itu kan mulai dari presarch kemudian proses dan produk. Ketika belajar nanti resources ini kita himpun semuanya. Sehingga semua anak terlibat. Itu yang kita sebut dengan prinsip mindful," paparnya.
"Mindful itu prinsipnya ada dua. Pertama, anak-anak terlibat. Jadi, selama proses itu dia ikut mikir. Dan guru juga harus mindful dalam pengertian semua murid harus dianggap sama. Diberikan satu kesempatan untuk dia juga menyampaikan. Walaupun mungkin jawabannya tidak selalu sesuai, tapi dia sudah diberi kesempatan menjawab. Kesempatan tersebut menumuhkan rasa percaya diri siswa," imbuhnya.
Setelah mindful, sambung Abdul Mu'ti, masuk ke tahap berikutnya yakni meaningful. Murid memahami manfaat dari apa yang dia pelajari. Nah, dengan cara seperti itu maka dia merasa bergembira, joyful. Bergembira bukan karena lucu. Bergembira karena dia merasa dihormati. Dia merasa ada sesuatu yang baru yang dia pelajari dan kemudian dia bersemangat," pungkasnya.
Saksikan selengkapnya dialog ekslusif Mendikdasmen Abdul Mu'ti pada program DonCast Nusantara TV dalam video di bawah ini.