Kemenhut Siapkan Relokasi Badak Kalimantan "Pari" untuk Selamatkan Populasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Agu 2025, 15:48
thumbnail-author
Irene Anggita
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Badak Pahu spesies badak dari sumatera yang ada di Kalimantan Timur. Badak Pahu spesies badak dari sumatera yang ada di Kalimantan Timur. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) saat ini sedang mengupayakan relokasi badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis) bernama Pari, guna mempercepat upaya penyelamatan spesies tersebut yang kini hanya tersisa dua ekor di Pulau Kalimantan dan masuk kategori sangat terancam punah.

"Kita juga sedang mempersiapkan relokasi yang sama untuk badak Pari yang ada di Kalimantan," ujar Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, dalam pernyataannya usai peluncuran Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa di Jakarta, Jumat, 29 Agustus 2025.

Saat ini, Pari adalah satu-satunya badak Kalimantan yang masih bertahan di alam bebas, sementara satu individu lainnya, Pahu, telah dipindahkan ke Suaka Badak Kelian (SBK) di Kalimantan Timur.

Satyawan menekankan bahwa keduanya merupakan betina dari spesies yang juga dikenal sebagai badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), sehingga upaya intervensi dinilai sangat mendesak untuk mencegah kepunahan.

Salah satu strategi utama relokasi ini adalah penerapan Assisted Reproductive Technology (ART), yaitu teknologi reproduksi berbantuan, yang memungkinkan pengembangbiakan secara ilmiah.

"Makanya, Assisted Reproductive Technology menjadi sangat penting. Karena dua-duanya betina. Jadi, harus ada pengumpulan oosit, pengumpulan sperma, dikawinkan. Baru nanti dimasukkan ke surrogate mother namanya. Dilahirkan untuk menyelamatkan badak Sumatera yang ada di Kalimantan," jelasnya.

Lebih lanjut, Satyawan menyampaikan bahwa langkah ini juga merujuk pada keberhasilan konservasi badak Sumatera di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.

Beberapa contoh keberhasilan itu antara lain adalah kelahiran Anggi, anak betina dari induk Ratu dan pejantan Andalas yang lahir pada 30 September 2023, serta Indra, badak jantan dari pasangan Delilah dan Harapan yang lahir pada 25 November 2023.

Upaya penyelamatan badak Kalimantan melalui relokasi dan teknologi ART diharapkan bisa menjadi langkah nyata untuk mengembalikan populasi spesies ini, yang keberadaannya di alam terus tergerus akibat fragmentasi habitat dan rendahnya angka kelahiran alami.

(Sumber: Antara)

x|close