ART Diduga Cabuli Anak Majikan Berusia 5 Tahun di Matraman Ditangkap Polisi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Nov 2026, 11:40
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi pelecehan. Ilustrasi pelecehan. (Freepik/ rawpixel.com)

Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap seorang asisten rumah tangga (ART) yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak laki-laki berusia 5 tahun di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Pelaku kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Direktur PPA/PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut polisi telah melakukan penangkapan sekaligus penahanan terhadap ART yang menjadi terlapor dalam kasus tersebut.

“Sudah kita lakukan upaya penahanan, penangkapan dan penahanan,” kata Direktur PPA/PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo, kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).

Rita menjelaskan, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), KUHP, dan/atau Undang-Undang Perlindungan Anak.

Selain menetapkan langkah hukum terhadap ART, polisi juga masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Penyelidikan mengarah kepada seorang laki-laki yang sempat melakukan panggilan video dengan ART saat dugaan pencabulan berlangsung.

Baca Juga: AHY Target Flyover Bulak Kapal Rampung 2028

“Kita sedang kembangkan kepada orang yang menghubungi si ART ya, supaya dia mau mengirimkan konten dan lain-lain, itu yang sedang sekarang kita kembangkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan pencabulan terhadap seorang anak laki-laki berkebutuhan khusus berinisial DKA. Laporan tersebut disampaikan oleh ibu korban berinisial NS pada 14 Oktober 2026.

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, dugaan pencabulan bermula ketika ART tersebut melakukan panggilan video dengan seorang laki-laki yang tidak dikenal. Dalam komunikasi tersebut, korban diduga turut dilibatkan dalam tindakan pelecehan.

Laki-laki yang menghubungi ART itu juga diduga menawarkan sejumlah uang agar terlapor bersedia melakukan tindakan tersebut. Polisi kini masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.