Viral, Siswi SMP Ditampar Temannya-Dilempar Ompreng MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 09:25
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Siswi SMP jadi korban bullying temannya. Siswi SMP jadi korban bullying temannya. (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Viral di media sosial siswi SMP jadi korban bullying atau perundungan di sekolahnya. Korban ditampar berkali-kali oleh temannya, hingga dilempar ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Korban ialah siswi berusia 13 tahun di SMP Negeri 1 Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Sementara pelaku adalah 10 teman sekolahnya.

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, korban yang mengenakan kaus merah muda dan jilbab cokelat terlihat disudutkan beberapa siswi di dalam kelas.

Sejumlah siswi tampak melontarkan perkataan kasar, menarik jilbab korban, hingga mendorong kepalanya. Korban juga terlihat menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

"Iya betul orang tua korban sudah buat laporan resmi kemarin. Masih ditangani oleh PPA," ujar Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.

Hasil penyelidikan sementara, dugaan kekerasan yang dialami korban tidak hanya berupa penarikan jilbab dan dorongan seperti yang terlihat dalam video viral. Salah satu siswi yang diduga menjadi pelaku utama menghampiri korban dan mempertanyakan sikapnya sebelum melakukan pemukulan.

"Pelaku bersama beberapa orang temannya menghampiri korban dan berkata, 'Kenapa kamu begitu sekali?' Selanjutnya, pelaku menampar korban menggunakan tangan kanan secara berulang kali," tuturnya.

Aksi itu kemudian diikuti sejumlah siswi lainnya. Mereka diduga turut memukul korban menggunakan gagang sekop sampah dan melemparinya dengan ompreng MBG.

"Perbuatan tersebut kemudian diikuti oleh beberapa teman pelaku yang turut melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan gagang sekop sampah serta melempar korban dengan ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga korban merasakan sakit pada bagian pipi sebelah kanan dan kiri," papar dia.

Sementara, Kepala SMP Negeri 1 Rappang Rahmat Perdana menjelaskan peristiwa perundungan yang terjadi saat jam istirahat pada Jumat, 9 Oktober 2026 tersebut. Kala kejadian, ada 10 siswi yang diduga terlibat. Mereka berasal dari kelas VII dan IX.

Baca Juga: Bocah Down Syndrome di Surabaya Tewas, Diduga Jadi Korban Perundungan

"Ada 10 orang siswi yang melakukan aksi perundungan," ujar Rahmat.

Menurutnya, peristiwa itu diduga dipicu kesalahpahaman atau isu yang beredar di antara para siswa. Tapi, pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab kejadian karena keterangan yang diberikan para siswa masih berbeda-beda.

"Keterangan dari anak-anak masih berbeda-beda versi. Namun, pemicunya salah paham atau gosip-gosip begitu," kata dia.

Pihak sekolah sudah menggelar pertemuan lintas sektor yang melibatkan kepolisian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), serta orang tua siswa untuk membahas penanganan kasus tersebut.

Rahmat mengatakan orang tua korban memilih menempuh jalur hukum dan tak menginginkan penyelesaian melalui jalur damai.

x|close