Bukan Ditangkap, Ini Penjelasan Polda Metro Soal Enam Aktivis Greenpeace

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Okt 2026, 15:11
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, secara tegas membantah adanya tindakan penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap enam orang aktivis Greenpeace yang sempat memasang spanduk aksi di atas Monumen Selamat Datang, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Budi menjelaskan bahwa kehadiran para aktivis tersebut di kantor kepolisian murni dilatarbelakangi oleh kondisi kesehatan mereka yang lemas dan mengalami pusing usai turun dari ketinggian, sehingga aparat memutuskan untuk membawa mereka guna mendapatkan pertolongan medis yang memadai.

"Makanya disiapkan mobil Bidokkes dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat, sehingga dibawa, diberikan penanganan medis. Jadi tidak ada penangkapan," ujar Budi saat memberikan keterangan kepada para wartawan di Jakarta, pada Rabu (21/10).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian penanganan medis tersebut telah didokumentasikan dengan baik serta disaksikan dan didampingi langsung oleh pihak Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
 

"Tadi malam yang bersangkutan sudah kembali ke rumah masing-masing. Jadi kami luruskan, tidak ada penangkapan, tetapi kepolisian dalam hal ini memprioritaskan kondisi medis, kondisi psikis dari orang yang berada di ketinggian," tutur Budi.

Ketika disinggung mengenai alasan mengapa penanganan medis tersebut justru dilakukan di fasilitas milik Polda Metro Jaya, Budi menegaskan bahwa institusinya memiliki tenaga kesehatan serta fasilitas dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) yang siap sedia menangani situasi darurat.

"Kan Polda punya Dokkes. Enggak boleh? Kami tanya kembali. Nah itu," tegasnya.

Sebelumnya, jajaran Polres Metro Jakarta Pusat bersama unsur TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan proses evakuasi terhadap enam aktivis Greenpeace Indonesia yang nekat membentangkan spanduk di puncak Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, pada Selasa (20/10).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, merinci bahwa kelompok aktivis tersebut terdiri atas dua orang perempuan dan empat orang laki-laki yang melakukan aksi pembentangan spanduk pada pukul 06.05 hingga 06.15 WIB.
 

Menurut keterangan Reynold, salah satu aktivis perempuan tampak lemas ketika berhasil diturunkan dari atas tugu, sehingga petugas langsung sigap membawanya menggunakan ambulans menuju klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Keenam orang itu dapat kita evakuasi dan tidak satu pun yang tertinggal di atas. Kami harapkan penanganan yang cepat dari Dokkes Polda Metro Jaya dapat memberikan keselamatan yang utama kepada keenam orang tersebut. Kami mengutamakan keselamatan jiwa raga kepada saudara-saudara kita yang sedang mengekspresikan pendapatnya di atas Patung Selamat Datang," pungkasnya.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close