74.480 Warga Gaza Tewas dan 175.539 Luka Akibat Agresi Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Okt 2026, 13:31
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah anak Palestina yang yang berada dalam kamp pengungsian mengisi tandon air di titik distribusi air di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Rabu (7/10/2026). Tentara pendudukan Israel terus melakukan penyerangan kepada warga Palestina di Gaza pada hari Rabu, dilaporkan 2 warga Palestina tewas. Sejumlah anak Palestina yang yang berada dalam kamp pengungsian mengisi tandon air di titik distribusi air di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Rabu (7/10/2026). Tentara pendudukan Israel terus melakukan penyerangan kepada warga Palestina di Gaza pada hari Rabu, dilaporkan 2 warga Palestina tewas. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Jumlah korban tewas akibat serangan militer Israel di Jalur Gaza dilaporkan terus bertambah hingga mencapai 74.480 orang, sementara 175.539 lainnya mengalami luka-luka sejak eskalasi konflik memanas pada 7 Oktober 2023.

Berdasarkan laporan dari sumber medis setempat, fasilitas kesehatan di Jalur Gaza menerima lima jasad termasuk empat korban jiwa yang baru tercatat serta 22 korban luka dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Sejak berlakunya kesepakatan gencatan senjata pada 11 Oktober, total keseluruhan korban tewas tercatat mencapai 1.522 orang dengan 5.421 korban luka, di samping 839 jasad yang telah berhasil ditemukan oleh tim penyelamat.

Pihak medis juga menambahkan bahwa sejumlah korban hingga kini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan atau tergeletak di ruas-ruas jalan akibat terkendala akses. Tim ambulans dan petugas penyelamat dilaporkan belum dapat menjangkau lokasi-lokasi tersebut untuk melakukan evakuasi.
 
PBB Pangkas Bantuan Pangan untuk 500 Ribu Warga Gaza
Pengungsi Palestina mengisi jeriken mereka di titik distribusi air di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Rabu, 7 Oktober 2026. Tentara pendudukan Israel terus melakukan penyerangan kepada warga Palestina di Gaza pada hari Rabu, dilaporkan 2 warga Palestina <b>(Antara)</b> Pengungsi Palestina mengisi jeriken mereka di titik distribusi air di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Rabu, 7 Oktober 2026. Tentara pendudukan Israel terus melakukan penyerangan kepada warga Palestina di Gaza pada hari Rabu, dilaporkan 2 warga Palestina (Antara)

Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengurangi bantuan pangan bagi sekitar 500 ribu warga Jalur Gaza akibat keterbatasan pendanaan.

Dilansir dari AFP, Selasa, 20 Oktober 2026, Kebijakan tersebut menyebabkan jumlah penerima bantuan berkurang dari 1,6 juta menjadi 1,1 juta orang, ketika ancaman krisis pangan meningkat menjelang musim dingin.

Dalam pernyataan, WFP mengungkapkan bahwa kekurangan dana turut memaksa lembaga tersebut mengurangi jatah makanan bagi warga yang masih terdaftar sebagai penerima bantuan. Setiap keluarga kini hanya memperoleh satu paket makanan, dari sebelumnya dua paket, disertai satu kantong kecil tepung terigu.

Pengurangan bantuan juga menyasar distribusi makanan siap santap. WFP menurunkan jumlah makanan yang dibagikan setiap hari dari 250 ribu menjadi 150 ribu porsi.

Sementara itu, keluarga yang menetap di daerah yang sulit dijangkau, termasuk kawasan di sekitar "garis kuning" yang dikuasai militer Israel, kini menerima bantuan makanan setiap dua hari sekali. Sebelumnya, distribusi bantuan kepada kelompok tersebut dilakukan setiap hari.

Mengutip Anadolu Agency, pemangkasan anggaran juga berdampak pada program bantuan tunai. WFP mengurangi nilai bantuan yang diberikan kepada 75 ribu keluarga di wilayah tersebut.

WFP memperingatkan bahwa langkah pengurangan bantuan berlangsung ketika sebagian besar penduduk Gaza masih kesulitan memperoleh makanan yang mencukupi dan memenuhi kebutuhan gizi.

 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close