Israel Usir Puluhan Keluarga Palestina di Tepi Barat Untuk Tinggalkan Rumah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Okt 2026, 09:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Ekskavator Israel membongkar rumah warga Palestina di desa Deirat, timur Masafer Yatta, di kota Hebron, Tepi Barat selatan Senin, 4 Mei 2026. Arsip - Ekskavator Israel membongkar rumah warga Palestina di desa Deirat, timur Masafer Yatta, di kota Hebron, Tepi Barat selatan Senin, 4 Mei 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Tepi Barat - Otoritas Israel memerintahkan 47 keluarga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat bagian utara untuk meninggalkan rumah mereka paling lambat Minggu malam, 11 Oktober 2026. Perintah tersebut dikeluarkan setelah Israel memberlakukan blokade di kawasan itu selama 27 hari.

Dilansir dari AFP, Senin, 12 Oktober 2026, Kepala kelompok hak Palestina Al-Baydar, Hassan Mleihat, mengatakan kepada Anadolu bahwa puluhan keluarga tersebut kini berada dalam situasi yang tidak menentu. Penutupan akses jalan oleh Israel selama berminggu-minggu telah membuat komunitas Ras al-Ahmar, yang terletak di tenggara Tubas, terisolasi dari wilayah sekitarnya.

Mleihat menilai ultimatum tersebut semakin memperburuk kekhawatiran warga, terutama terkait keberlangsungan hidup mereka di tanah sendiri serta kemampuan untuk mempertahankan mata pencaharian.

Ia mendesak kelompok hak asasi manusia, organisasi kemanusiaan, dan lembaga internasional segera turun tangan untuk melindungi penduduk beserta properti mereka, sekaligus mendorong penghentian blokade.

Pada September lalu, pasukan Israel menutup jalur terakhir yang menghubungkan Ras al-Ahmar dengan kawasan sekitarnya. Sebelum penutupan tersebut, sejumlah jalan tanah lain yang menjadi akses menuju komunitas itu juga telah diblokir.

Baca Juga: Israel Berlakukan Penutupan Tepi Barat Palestina hingga 3 Oktober

Warga Ras al-Ahmar, Thaer Bisharat, mengatakan kepada Anadolu bahwa tekanan dan pembatasan terhadap komunitasnya terus meningkat selama tiga tahun terakhir.

Menurut Bisharat, kondisi semakin memburuk setelah pasukan Israel menggali parit yang memotong satu-satunya jalur akses yang masih dapat digunakan warga untuk keluar masuk kawasan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa tindakan itu membuat Ras al-Ahmar secara efektif terkepung oleh parit, tembok, dan zona militer.

Sementara itu, Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Palestina mencatat pasukan Israel telah melancarkan lebih dari 14.742 serangan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sejak Oktober 2023. Rangkaian serangan tersebut dilaporkan menewaskan 66 warga Palestina.

x|close