Puslabfor Selidiki Ledakan Pasar Cimanggi, 13 Orang Jadi Korban

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 13:40
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, yang mengakibatkan korban jiwa, Kamis, 15 Oktober 2026 Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, yang mengakibatkan korban jiwa, Kamis, 15 Oktober 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri untuk mengungkap penyebab ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, yang menimbulkan korban jiwa pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan disampaikan berdasarkan temuan ilmiah.

"Masih menunggu hasil Puslabfor. Nanti, akan disampaikan hasil yang scientific," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.

Baca Juga: Puslabfor Polri Selidiki Ledakan Galian Fatmawati, Alat Bor Diamankan sebagai Barang Bukti

Berdasarkan pendataan sementara, insiden tersebut mengakibatkan 13 korban, dengan rincian 11 orang mengalami luka-luka dan dua orang meninggal dunia.

Sebanyak lima korban luka menjalani perawatan di RS Sari Asih, lima lainnya dirawat di RSUD Tangerang Selatan, sedangkan tiga korban mendapatkan penanganan di RS Fatmawati. Dari total 11 korban luka, empat orang mengalami luka berat dan tujuh lainnya menderita luka ringan.

Baca Juga: Puslabfor Polri Selidiki Ledakan di Pamulang, Tangsel

Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya telah memeriksa kondisi para korban di rumah sakit tempat mereka dirawat.

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Metro Jaya melakukan identifikasi terhadap dua korban meninggal dunia. Proses tersebut dilakukan melalui pencocokan data dan dokumen pendukung serta koordinasi dengan keluarga korban.

(Sumber: Antara)

x|close