Pertamina Operasikan Distribusi BBM Bali 24 Jam untuk Atasi Antrean

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 11:55
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
PT Pertamina Patra Niaga mengoperasikan mobil tangki BBM nonstop selama 24 jam di wilayah Bali. PT Pertamina Patra Niaga mengoperasikan mobil tangki BBM nonstop selama 24 jam di wilayah Bali. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali dengan mengoperasikan armada mobil tangki dan terminal selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan serta mengurangi antrean di sejumlah wilayah.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan upaya pemulihan dilakukan melalui penambahan armada dan personel, pengoperasian terminal tanpa henti, serta kedatangan kapal pengangkut BBM.

"Kami terus mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali melalui penguatan armada mobil tangki, penambahan personel, optimalisasi operasional terminal selama 24 jam serta kedatangan kapal pengangkut BBM," sebut Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.

Menurut Kitty, langkah tersebut bertujuan memperlancar penyaluran BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sekaligus membantu mengatasi antrean yang masih terjadi di beberapa daerah di Bali.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Kerahkan Berbagai Upaya untuk Pemulihan Layanan BBM di Bali

Untuk mendukung distribusi, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 108 mobil tangki. Jumlah tersebut terdiri atas 99 unit yang berstatus siaga dan sembilan unit tambahan melalui skema spot charter.

Kesiapan armada juga ditopang oleh 465 awak mobil tangki (AMT). Dari jumlah tersebut, sebanyak 365 personel disiagakan, sementara 100 personel lainnya merupakan tenaga bantuan dari daerah lain.

"Penambahan armada dan personel ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penyaluran BBM dari terminal menuju SPBU," jelasnya.

Dari sisi operasional terminal, Fuel Terminal (FT) Sanggaran dan Integrated Terminal (IT) Manggis turut beroperasi selama 24 jam. Pengoperasian tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM sesuai kebutuhan di lapangan.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Datangkan MT Klasogun & Optimalkan Suplai 24 Jam Percepat Pemulihan BBM di Bali

Pertamina Patra Niaga juga memperkuat pasokan melalui kedatangan kapal pengangkut BBM yang telah bersandar. Dengan demikian, penerimaan dan penyaluran BBM dapat terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Seluruh upaya ini dilakukan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU, membantu mengurai antrean, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan BBM," ujar Kitty.

Selain memperkuat distribusi, perusahaan mengoperasikan 66 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung selama 24 jam. Langkah tersebut diharapkan memberi keleluasaan bagi masyarakat dalam menentukan waktu untuk membeli BBM serta membantu mempercepat pemulihan layanan di Bali.

Meski distribusi ditingkatkan, Pertamina Patra Niaga tetap menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas. Seluruh awak mobil tangki diwajibkan menjalani pemeriksaan kesiapan kerja atau fit to work sebelum mulai bertugas.

Perusahaan juga menerapkan pengaturan rotasi kerja untuk menjaga kondisi fisik personel dan mengantisipasi kelelahan. Upaya ini dilakukan agar penyaluran BBM tetap berlangsung secara aman.

Pertamina Patra Niaga terus memperkuat koordinasi dan mengoptimalkan seluruh rangkaian distribusi untuk mendukung pemulihan layanan BBM di Pulau Dewata.

Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai SPBU yang bisa dikunjungi melalui akun Instagram resmi Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, @pertaminabali, sebelum mendatangi lokasi pengisian BBM.

"Melalui berbagai langkah ini, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mengoptimalkan distribusi BBM agar kebutuhan energi masyarakat serta aktivitas perekonomian di Pulau Dewata tetap terjaga," sebut Kitty.

(Sumber: Antara)

x|close