Ntvnews.id, Jakarta - Nama Bahlil Lahadalia kembali masuk dalam daftar pejabat yang menjadi perhatian dalam agenda reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026). Bahlil disebut akan mengemban jabatan sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Energi sekaligus merangkap sementara sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Informasi tersebut muncul di tengah kedatangan sejumlah pejabat ke Istana Kepresidenan, Jakarta, menjelang agenda perombakan kabinet Presiden Prabowo Subianto. Namun, hingga siang 1 Oktober 2026, laman resmi Kementerian ESDM masih mencatat Bahlil sebagai Menteri ESDM.
Bahlil bukan sosok baru dalam pemerintahan. Sebelum memimpin Kementerian ESDM, ia terlebih dahulu dipercaya sebagai Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada periode 2021 hingga 2024.
Karier pemerintahan Bahlil di tingkat pusat dimulai ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Kepala BKPM pada Oktober 2019. Ia kemudian mendapat mandat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM pada April 2021 sebelum akhirnya berpindah ke Kementerian ESDM pada Agustus 2024.
Presiden Joko Widodo melantik Bahlil sebagai Menteri ESDM pada 19 Agustus 2024 untuk menggantikan Arifin Tasrif. Setelah itu, Presiden Prabowo Subianto kembali mempertahankan Bahlil sebagai Menteri ESDM dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Di Kementerian ESDM, Bahlil menangani sektor yang mencakup energi dan sumber daya mineral. Dalam sejumlah agenda pemerintah pada 2026, ia juga menjadi salah satu pejabat yang menyampaikan perkembangan program hilirisasi, ketahanan energi, hingga pembangunan ekosistem industri berbasis sumber daya alam.
Pada Juni 2026, misalnya, Bahlil melaporkan kepada Presiden Prabowo perkembangan program hilirisasi, termasuk pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik. Pemerintah menyebut hilirisasi sebagai salah satu agenda penting dalam pengelolaan sumber daya alam dan penguatan industri dalam negeri.
Selain menjabat sebagai Menteri ESDM, Bahlil juga dipercaya menjadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) untuk periode 2026-2030. Dalam posisi tersebut, ia turut terlibat dalam pembahasan arah kebijakan energi nasional, termasuk kedaulatan, ketahanan, kemandirian, dan swasembada energi.
Baca Juga: Usai Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Prabowo Resmikan Renovasi Museum di Lubang Buaya
Berawal dari Organisasi Mahasiswa
Sebelum memasuki pemerintahan, Bahlil memiliki latar belakang sebagai aktivis organisasi mahasiswa dan pengusaha.
Bahlil lahir di Banda, Maluku, pada 7 Agustus 1976. Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di Papua dan meraih gelar sarjana dari STIE Port Numbay Jayapura. Setelah menyelesaikan pendidikan strata satu, ia melanjutkan studi magister ekonomi di Universitas Cenderawasih dan kemudian menempuh pendidikan doktoral di Universitas Indonesia.
Semasa menjadi mahasiswa, Bahlil aktif dalam organisasi kampus. Ia pernah menjabat Ketua Dewan hingga Ketua Senat Mahasiswa STIE Port Numbay di Jayapura. Pada 2002-2004, ia juga dipercaya sebagai Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI).
Karier di Dunia Usaha
Setelah aktif dalam organisasi mahasiswa, Bahlil melanjutkan kiprahnya di dunia usaha. Ia kemudian aktif dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), organisasi yang menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebelum masuk pemerintahan.
Bahlil pernah menjadi Ketua BPD HIPMI Provinsi Papua pada 2008-2011. Kariernya di HIPMI berlanjut di tingkat pusat sebagai Kepala Bidang Infrastruktur dan Properti BPP HIPMI hingga kemudian terpilih sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2015-2019.
Baca Juga: VIDEO: Anak Perempuan Tewas Dihantam Truk Kontainer
Pengalaman di bidang usaha dan investasi kemudian menjadi bekal ketika Bahlil dipercaya menangani urusan investasi nasional. Sebagai Kepala BKPM dan kemudian Menteri Investasi, ia menjadi salah satu pejabat pemerintah yang banyak berhubungan dengan kebijakan penanaman modal dan kemudahan investasi.
Kini Masuk ke Struktur Koordinasi Hilirisasi dan Energi
Jika agenda reshuffle 1 Oktober 2026 tersebut resmi ditetapkan sesuai informasi yang beredar, Bahlil akan mendapatkan cakupan tugas yang lebih luas melalui posisi Menteri Koordinator Hilirisasi dan Energi, dengan tugas sementara tetap menangani Kementerian ESDM.
Posisi tersebut berkaitan erat dengan agenda pemerintah dalam mempercepat hilirisasi sumber daya alam sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi.
Dengan pengalaman sebelumnya sebagai Menteri Investasi dan Kepala BKPM, kemudian Menteri ESDM, perjalanan Bahlil kini kembali beririsan dengan dua agenda besar pemerintah, yakni hilirisasi dan energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di sela-sela acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026 (Antara)