Beda Jawaban Ombudsman dan Kalapas Cibinong soal CCTV

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Sep 2026, 10:02
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Komisioner Ombudsman RI. Komisioner Ombudsman RI. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Polemik terkait temuan hunian mewah berfasilitas lengkap di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali memunculkan perdebatan. Kali ini, perbedaan keterangan muncul antara Ombudsman Republik Indonesia dan pihak Lapas Cibinong mengenai keberadaan Closed Circuit Television (CCTV) di area bangunan tersebut.

Perbedaan ini mengemuka setelah Sidak Ombudsman yang dilakukan pada 23 September lalu. Sidak tersebut mengungkap adanya sejumlah bangunan dengan fasilitas lengkap di area Lapas, yang oleh pihak lapas diklaim sebagai rumah dinas jabatan.

Ombudsman secara tegas menyatakan bahwa mereka mendapati adanya CCTV terpasang di salah satu bangunan yang menjadi sorotan.

"Kalau di waktu itu ada di rumah yang putih itu ada CCTV, ya. Ada sebenarnya," ungkap Anggota Ombudsman, Syafrida, ke awak media, 30 September 2026.

Baca Juga: Eks Kalapas Cibinong Akui Perintahkan Pemindahan Fasilitas Mewah Usai Disidak Ombudsman

Meskipun membenarkan adanya perangkat pengawasan tersebut, Syafrida menambahkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan status operasional CCTV itu saat inspeksi berlangsung.

"Tapi apakah CCTV itu berfungsi atau tidak, kami tidak mengetahui," jelas Syafrida.

Pernyataan Ombudsman ini bertolak belakang dengan keterangan yang diberikan oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong nonaktif, Wisnu Hani Putranto, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XIII DPR RI sehari sebelumnya, Senin, 28 September 2026.

DPR Cecar Kalapas Cibinong

Eks Kalapas Cibinong Akui Perintahkan Pemindahan Barang Mewah Usai Sidak Ombudsman <b>(Sosial media )</b> Eks Kalapas Cibinong Akui Perintahkan Pemindahan Barang Mewah Usai Sidak Ombudsman (Sosial media )

Dalam rapat tersebut, Wisnu Hani Putranto dihadapkan pada sejumlah pertanyaan kritis dari anggota Komisi XIII. Anggota Komisi XIII, Yanuar Arif Wibowo, mencecar Wisnu mengenai temuan perabotan mewah seperti kulkas, sofa, bahkan pigura foto narapidana atas nama Jimmy Masrin di dalam hunian yang diklaim sebagai rumah dinas itu.

Yanuar kemudian menanyakan secara spesifik mengenai pengawasan di area tersebut.

"Ini barang gede, Pak. Pertanyaan sedikit saya, Pak. Di area situ ada CCTV enggak, Pak?" tanya Yanuar.

Menjawab pertanyaan tersebut, Wisnu membantah adanya kamera pengawas di area hunian yang disengketakan. Ia menyatakan bahwa pemasangan CCTV hanya difokuskan pada blok-blok sel tempat warga binaan ditahan.

Wisnu menjawab tidak ada CCTV di area rumah dinas pejabat.

Ketidakadaan CCTV di area yang diperuntukkan bagi pejabat ini memicu kecurigaan Yanuar. Ia kembali mendesak Wisnu untuk memberikan penjelasan logis.

"Kenapa tidak ada? Anda 3 tahun loh di sana. Menurut Anda penting enggak ada CCTV di situ untuk pengamanan?" cecar Yanuar.

Lebih jauh, Yanuar melontarkan dugaan bahwa ketiadaan CCTV mungkin merupakan kesengajaan.

"Apa hanya untuk menutup-nutupi memberikan fasilitas kepada warga binaan?" tanya Yanuar dengan tajam.

Merespons tudingan tersebut, Wisnu menampiknya secara singkat. "Tidak, bapak," jawab Wisnu.

Temuan Ombudsman

kamar salah satu hunian di Lapas Cibinong <b>(NUSANTARA TV YOUTUBE)</b> kamar salah satu hunian di Lapas Cibinong (NUSANTARA TV YOUTUBE)

Perdebatan mengenai CCTV ini menjadi babak baru dari temuan Sidak Ombudsman. Sebelumnya, pada 23 September, tim Ombudsman mendapati bangunan-bangunan yang dilengkapi dengan ruang tamu, ruang tidur, ruang makan, dapur, televisi, kulkas, serta berbagai perlengkapan rumah tangga modern lainnya.

Temuan ini semakin mengkhawatirkan ketika tim Ombudsman berhasil mewawancarai salah seorang penghuni fasilitas tersebut. Penghuni tersebut, yang ternyata berstatus sebagai warga binaan atau narapidana, mengaku bahwa ia harus membayar untuk dapat menikmati fasilitas mewah di bangunan tersebut. 

Pihak lapas sebelumnya berkilah bahwa bangunan-bangunan itu adalah rumah dinas jabatan. Perbedaan pernyataan mengenai keberadaan CCTV ini menambah daftar panjang hal-hal yang perlu diselidiki lebih mendalam terkait skandal hunian mewah di Lapas Cibinong.

Baca Juga: DPR Bakal Cek Langsung Lapas Cibinong

Baca Juga: DPR Sepakat Mutasi Pegawai Lapas Cibinong Tak Dilakukan Secara Pukul Rata

TERKINI

Load More
x|close