Kemendes Dorong Sinergi Lintas Pihak untuk Bangun Ekosistem Produk Unggulan Desa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Sep 2026, 13:47
thumbnail-author
Amanda Putri Utomo
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi Wakil Bupati (Wabup) Malang Lathifah Shohib di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa, 8 September 2026. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi Wakil Bupati (Wabup) Malang Lathifah Shohib di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa, 8 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa hingga berbagai lembaga ekonomi dan pelaku usaha untuk membangun ekosistem produk unggulan desa yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Dicky Yosepial mengatakan kolaborasi lintas pihak menjadi salah satu kebutuhan penting untuk membantu pelaku ekonomi desa mengembangkan usaha sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

Menurut dia, dukungan tersebut diperlukan agar pelaku usaha di desa tidak menghadapi sendiri berbagai tantangan dalam mengembangkan produk, terutama ketika mulai diarahkan untuk menembus pasar yang lebih luas hingga ke tingkat internasional.

"Sinergi tersebut diperlukan agar pelaku ekonomi desa tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan pengembangan usaha, tetapi memperoleh dukungan pengetahuan, pendampingan, akses informasi dan peluang pengembangan pasar secara berkelanjutan," kata Dicky saat memberikan arahan dalam Pelatihan Desa Ekspor seperti dipantau di Jakarta, Senin.

Baca Juga: Kemendes PDT Dapat Tambahan Anggaran Rp1 Triliun untuk Perkuat Pembangunan Desa

Dicky menilai desa memiliki beragam sumber potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari kekayaan sumber daya alam, tetapi juga dari kreativitas masyarakat serta aktivitas berbagai kelompok dan lembaga ekonomi di tingkat desa.

Sejumlah pelaku ekonomi yang dapat menjadi penggerak antara lain UMKM, BUMDes, koperasi, kelompok usaha dan kelompok tani. Menurut Dicky, keberadaan berbagai unsur tersebut dapat menjadi fondasi dalam mengembangkan produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ia mengatakan produk yang berasal dari desa pada dasarnya memiliki peluang untuk dikembangkan hingga pasar internasional. Namun, proses untuk membawa produk lokal menuju pasar ekspor membutuhkan kesiapan yang tidak sedikit.

Berbagai kendala masih dihadapi pelaku ekonomi desa, mulai dari pemahaman mengenai prosedur ekspor, kemampuan memenuhi kapasitas produksi, kualitas dan desain kemasan, legalitas usaha, hingga penguatan kelembagaan.

Selain itu, pemahaman mengenai karakter pasar, strategi penetapan harga, pemasaran digital serta persoalan logistik juga menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.

Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha desa dinilai perlu dilakukan secara sistematis dan bertahap. Materi serta pendampingan yang diberikan juga perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pelaku ekonomi desa.

Baca Juga: Kemendes PDT Dorong Pendamping Desa Giatkan Publikasi Pemanfaatan Dana Desa

Kemendes PDT kemudian menjadikan Pelatihan Desa Ekspor sebagai salah satu upaya untuk memperkuat kesiapan pelaku ekonomi desa secara berjenjang. Program tersebut tidak hanya memberikan materi secara teori, tetapi juga menggabungkan studi kasus, penilaian mandiri, praktik serta penugasan.

Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat memahami berbagai aspek yang diperlukan untuk mengembangkan produk desa dan mempersiapkan diri menghadapi peluang pasar yang lebih luas.

"Saya juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga ekonomi desa, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pembangunan produk unggulan desa," ujarnya.

(Sumber: ANTARA)

x|close