Prabowo Perkuat Pencegahan Karhutla Gambut untuk Tekan Biaya Pemadaman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Sep 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Besarnya biaya yang diperlukan untuk memadamkan kebakaran di lahan gambut menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat langkah pencegahan. Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran tidak hanya mengandalkan upaya pemadaman ketika api sudah meluas.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan persoalan tersebut dibahas bersama sejumlah ilmuwan dan peneliti dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 24 September 2026 malam.

Menurut Brian, para ilmuwan yang hadir memiliki pandangan serupa bahwa upaya mencegah kebakaran gambut membutuhkan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan penanganan setelah api menyebar.

"Hampir semua ilmuwan ini sepakat bahwa mencegah itu jauh lebih baik, jauh lebih murah dan dampaknya juga akan jauh lebih diminimalisir," kata Brian.

Ia menjelaskan karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman menjadi tidak mudah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kebutuhan biaya operasional meningkat apabila penanganan baru dilakukan setelah kebakaran terjadi.

Brian menyebut Presiden Prabowo juga melakukan evaluasi terhadap pola penanganan kebakaran yang selama ini diterapkan.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis, dari TK hingga Perguruan Tinggi

"Ketika penanganan kebakaran itu sulit dan sangat mahal, tetapi ketika itu kemudian ada satu badan, apakah bisa mencegah yang lebih murah. Jadi kita akan lihat dari situ," ujarnya.

Pemerintah kemudian menyetujui usulan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Kehadiran badan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran dalam penanganan kebakaran gambut.

"Bagaimana efisiensi hasil proses yang dilakukan, yang bisa dilakukan untuk justru lebih meminimalisir anggaran yang akhirnya sangat mahal digunakan dalam proses pemadaman," katanya.

Brian mengatakan hingga kini besaran anggaran untuk BPGMN belum ditentukan. Pembahasan mengenai struktur organisasi serta kebutuhan pembiayaan badan tersebut masih akan dilakukan pemerintah.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan berfokus memastikan hasil riset dan penelitian dari perguruan tinggi dapat dimanfaatkan dalam upaya pemerintah mengelola lahan gambut sekaligus mencegah terjadinya kebakaran.

x|close