Dorong Indonesia Maju, Kepala BRIN Ajak Anak Muda Miliki Pola Pikir Tangguh dan Berani Berimajinasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Sep 2026, 14:50
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kiri) ditemui di sela-sela kegiatan Puncak Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kiri) ditemui di sela-sela kegiatan Puncak Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengajak kalangan generasi muda untuk menumbuhkan pola pikir tangguh dan berani berimajinasi guna mengantarkan Indonesia bertransformasi menjadi negara maju.

"Kalau kita ingin menjadi leader, maka kita harus fokus pada hal-hal baru," ujar Arif Satria saat memberikan sambutan dalam acara Puncak Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 di Jakarta, Kamis (24/9).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak terjebak dalam kebiasaan sekadar meniru praktik terbaik (best practice) dari luar negeri atau institusi lain, yang dikhawatirkan hanya akan melahirkan mentalitas pengikut. Guna menjadi bangsa pemimpin, generasi muda justru didorong agar fokus menciptakan praktik masa depan (future practice) melalui karya-karya yang futuristik, antisipatif, serta sangat inovatif.

Arif turut mengutip temuan studi dari McKinsey yang menunjukkan bahwa faktor penentu utama prestasi akademis siswa di berbagai negara bukanlah sebatas fasilitas sekolah ataupun guru. Aspek paling krusial bagi kesuksesan tersebut justru bertumpu pada pola pikir, motivasi, tingkat kepercayaan diri, serta keberanian yang bersumber dari diri siswa itu sendiri.
 

"Motivasi, kepercayaan diri, keberanian dan lain sebagainya. Nah sehingga bagus sekali ya saudara-saudara semua, para mahasiswa, para siswa semua, jangan berkecil hati ketika orang tua kita biasa-biasa saja, ketika guru kita biasa-biasa saja, ketika sekolah kita biasa-biasa saja," tutur Arif Satria.

Ia menambahkan, kapasitas berimajinasi memegang peranan sebagai fondasi utama peradaban. Hal ini tercermin dari berbagai gagasan fiksi ilmiah terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan rekayasa genetika dari puluhan tahun lalu, yang kini berhasil diwujudkan oleh para ilmuwan dunia.

Kendati demikian, keberanian untuk merajut mimpi besar tetap harus diimbangi oleh rasa percaya diri yang kokoh agar setiap gagasan baru mampu direalisasikan dan diyakini oleh masyarakat luas.

"Bangsa Indonesia hanya akan bisa besar ketika ada revolusi mindset dan saya yakin anda semua adalah aktor-aktor yang bisa menjadi pilar penting dalam membuat Indonesia ini menjadi bangsa besar," pungkasnya.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close