Ntvnews.id, Moskow - Isu Palestina tetap menjadi perhatian utama dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), meski terdapat upaya yang dinilai menghambat kehadiran Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan delegasinya.
Juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh mengatakan isu Palestina justru banyak disampaikan oleh para delegasi internasional dalam rangkaian sidang tersebut pada Rabu, 23 September 2026.
"Upaya mencegah Presiden Mahmoud Abbas ikut dalam Sidang Majelis Umum PBB dan berbicara atas nama Negara Palestina telah gagal karena isu Palestina telah menjadi topik utama dalam pidato delegasi Arab dan internasional," kata Abu Rudeineh, seperti dikutip kantor berita Palestina WAFA.
Menurut dia, dukungan terhadap hak rakyat Palestina untuk memperoleh kebebasan dan kemerdekaan kembali disampaikan oleh perwakilan sejumlah negara Arab, negara-negara Islam, serta negara lainnya dalam forum PBB.
Baca Juga: Pidato di PBB, Trump Ucap Terima Kasih ke Indonesia soal Gaza
"Palestina terus terwakili di kancah internasional, meskipun terdapat upaya untuk membatasi partisipasinya dalam kegiatan PBB," kata Abu Rudeineh.
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB telah resmi dimulai di New York pada Selasa, 8 September 2026. Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Pekan Tingkat Tinggi.
Adapun debat umum dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 22 September hingga Sabtu, 26 September 2026, kemudian dilanjutkan pada Senin, 28 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Palestina tetap mendapatkan ruang untuk menyampaikan pandangannya meskipun Presiden Mahmoud Abbas tidak dapat hadir secara langsung di New York.
Amerika Serikat untuk kedua kalinya secara berturut-turut menolak memberikan visa kepada Abbas untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB secara langsung.
Sebagai gantinya, pada Kamis, 17 September 2026, Majelis Umum PBB memberikan izin kepada Presiden Palestina tersebut untuk menyampaikan pidato melalui sambungan video. Mekanisme serupa juga digunakan pada tahun sebelumnya.
(Sumber: Antara)
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (Antara)