Bobby Nasution Percepat Evakuasi Warga di Zona Bahaya Gunung Sinabung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 10:01
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (tengah) berdiskusi usai melakukan rapat teknis di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sinabung di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa, 1 September 2026. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (tengah) berdiskusi usai melakukan rapat teknis di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sinabung di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa, 1 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Medan - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta proses evakuasi masyarakat Kabupaten Karo yang berada di kawasan berbahaya Gunung Sinabung segera dipercepat. Instruksi tersebut disampaikan setelah status Gunung Sinabung naik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Bobby meminta keselamatan warga menjadi perhatian utama. Ia juga menginstruksikan pemerintah daerah bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat terpenuhi.

"Utamakan keselamatan jiwa," tegasnya usai memimpin rapat koordinasi penanganan darurat erupsi bersama unsur forkopimda di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa, 1 September 2026.

Menurut Bobby, langkah evakuasi harus dilakukan secara menyeluruh, terutama terhadap warga yang masih berada di zona merah. Upaya tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.

Baca JugaBobby Nasution Pastikan Penanganan Pengungsi Erupsi Sinabung Berjalan Maksimal

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya menetapkan rekomendasi kawasan berbahaya baru. Area tersebut mencakup radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta enam kilometer pada sektor timur dan selatan.

"Untuk masyarakat di zona rawan, sosialisasikan dengan gencar. Jika aktivitas semakin meningkat, gunakan opsi imbauan tegas. Bahkan kalau perlu dipaksa demi kebaikan, dan keselamatan mereka," jelas Bobby.

Selain evakuasi, Bobby meminta fasilitas di tempat pengungsian segera dilengkapi agar kebutuhan warga dapat terpenuhi dalam waktu singkat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan selama proses penanganan erupsi. Bantuan yang disiapkan meliputi logistik, perlengkapan evakuasi, serta kebutuhan operasional personel yang bertugas di lapangan.

Baca JugaGubernur Bobby Nasution Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari

"Jangan setengah-setengah memberikan fasilitas untuk masyarakat di pengungsian. Gunakan anggaran dengan baik, sediakan fasilitas yang layak dan nyaman," kata Bobby.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra menjelaskan bahwa hasil pemantauan visual dan seismik menunjukkan adanya indikasi magma yang bergerak menuju permukaan. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kubah lava yang merupakan sisa dari erupsi sebelumnya.

"Tadi malam terekam hotspot, artinya lava sudah sampai ke permukaan. Jika pembentukan kubah lava baru tertahan, dan tekanan gempa dari dalam terus meningkat, ini bisa membongkar kubah lava lama dan berpotensi memicu erupsi cukup besar, seperti tahun 2019 dan 2020," tutur Armen.

Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting menyampaikan bahwa perubahan batas zona bahaya membuat proses evakuasi diprioritaskan di Desa Kuta Tengah. Secara geografis, wilayah tersebut berada dalam kepungan zona merah.

"Rencana total warga yang dievakuasi dari Desa Kuta Tengah mencapai 140 KK atau sekitar 684 jiwa. Hingga siang ini, lebih dari 260 jiwa telah digeser bertahap menuju lokasi pengungsian di Gedung Korpri, dan Jambur Desa Suka Nalu," ujarnya.

Antonius mengatakan pemerintah daerah bersama TNI/Polri juga menyiapkan kendaraan dengan sistem antar-jemput untuk mengantisipasi warga yang masih harus beraktivitas di lahan pertanian pada siang hari.

Untuk masyarakat Desa Payung yang berada di luar kawasan prioritas evakuasi, petugas tetap menyiagakan kendaraan serta personel. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi apabila aktivitas Gunung Sinabung kembali mengalami peningkatan.

Pemerintah daerah, TNI/Polri, dan relawan telah mengerahkan 843 personel gabungan. Seluruh personel tersebut berada di bawah koordinasi Kodim 0205/Tanah Karo dan Polres Tanah Karo.

"Sejumlah langkah antisipasi lain telah dilakukan, di antaranya meliburkan kegiatan belajar mengajar di beberapa sekolah terdampak radius enam kilometer, seperti SD Guru Kinayan, SD Payung, SD Ndeskati, dan SMP Negeri 1 Atap Payung," papar Antonius.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close