Rusia Beri Syarat Jika Ingin Pertemuan Putin-Zelensky Terjadi, Apa Itu?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 09:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. (ANTARA)

Ntvnews.id, Moskow - Juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov menegaskan bahwa pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hanya dapat digelar apabila proses penyelesaian konflik telah mencapai kesepakatan.

Peskov menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut bukan perkara sederhana karena mencakup berbagai persoalan yang harus diselesaikan secara menyeluruh.

"Perjanjian bukanlah kesepakatan sederhana. Ini adalah proses penyelesaian yang kompleks yang terdiri dari sejumlah besar detail," ucapnya kepada stasiun televisi Rusia VGTRK, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 2 September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Peskov sebagai respons terhadap laporan mengenai kunjungan Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow pekan lalu. Dalam kunjungan itu, Ratcliffe disebut mengusulkan pertemuan yang melibatkan Putin, Zelensky, dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Peskov membenarkan bahwa wacana pertemuan trilateral antara ketiga pemimpin tersebut memang telah dibicarakan sejak beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 8 WNI jadi Tentara Rusia, Dasco: Lamarnya jadi Satpam-Diimingi Gaji Besar

Namun, ia menilai pertemuan tersebut tidak akan memberikan manfaat apabila hanya digunakan untuk membahas detail teknis penyelesaian konflik. Menurutnya, pertemuan harus memiliki tujuan yang lebih konkret.

Peskov menyebut pertemuan semacam itu "sama sekali tidak berguna" jika hanya membahas rincian penyelesaian konflik. Sebaliknya, pertemuan tersebut seharusnya diarahkan untuk "merampungkan kesepakatan".

Peskov juga menuding pihak Ukraina belum menunjukkan keseriusan dalam mengambil bagian dalam upaya "penyelesaian nyata."

Sebelumnya, media AS Axios melaporkan bahwa Ratcliffe melakukan perjalanan ke Moskow, salah satunya untuk membicarakan kemungkinan pertemuan antara Putin, Zelensky, dan Trump.

Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan bahwa kunjungan kepala CIA tersebut juga berkaitan dengan peringatan kepada Kremlin agar tidak menyerang negara anggota NATO.

Peringatan itu disebut muncul setelah intelijen AS menilai Rusia berpotensi mencoba menguji ketahanan NATO melalui serangan terbatas terhadap salah satu negara anggota. Bentuknya dapat berupa serangan siber maupun operasi militer dalam skala kecil.

Namun, Trump membantah bahwa Ratcliffe datang ke Rusia untuk menyampaikan peringatan tersebut.

"Dia ada di sana untuk semacam rutinitas biasa. John Ratcliffe adalah orang yang fantastis. Dia kepala CIA, dan dia tidak berada di sana untuk hal-hal yang Anda katakan," kata Trump kepada Glenn Beck dalam wawancara telepon di program radionya.

Trump menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan Ratcliffe ke Rusia adalah mendorong upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Dengan demikian, Rusia masih menempatkan penyelesaian kesepakatan sebagai prasyarat utama sebelum pertemuan langsung Putin dan Zelensky dapat terlaksana.

HIGHLIGHT

x|close