Ntvnews.id, Jakarta - TNI mengerahkan sebanyak 14.167 personel untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan siaran pers Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Jumat, ribuan personel tersebut masih dikerahkan untuk melakukan pemadaman hingga saat ini.
Upaya penanganan yang dilakukan meliputi pemadaman, patroli, pemantauan, pencegahan, hingga penanganan dampak karhutla sesuai kondisi di masing-masing daerah.
"Upaya yang dilakukan meliputi pemadaman, patroli, pemantauan, pencegahan, dan penanganan dampak karhutla sesuai dengan kondisi dan perkembangan situasi di masing-masing wilayah," demikian keterangan Puspen TNI.
Dalam pelaksanaannya, personel TNI bekerja sama dengan berbagai instansi, seperti pemerintah daerah, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta instansi terkait lainnya.
Baca juga: DPR Minta Sekolah di Wilayah Karhutla Libur
TNI juga menyiagakan seluruh satuan di daerah untuk memberikan dukungan terhadap proses pemadaman kebakaran. Kesiapsiagaan dilakukan melalui penyiapan personel dan peralatan, pemantauan wilayah, patroli, serta koordinasi dengan unsur terkait.
Langkah tersebut dilakukan agar kekuatan TNI dapat digerakkan secara cepat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menangani karhutla.
Mabes TNI memastikan pengerahan personel dan satuan di daerah akan terus dilakukan hingga kondisi di lokasi terdampak karhutla kembali kondusif.
Penanganan Karhutla
Pemerintah saat ini memusatkan penanganan karhutla pada enam provinsi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago sebelumnya menyebut keenam provinsi tersebut menjadi perhatian karena memiliki kawasan lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau, terlebih dengan adanya pengaruh El Niño.
Selain wilayah tersebut, kebakaran juga terjadi di sejumlah kawasan lain, di antaranya Gunung Bromo, Jawa Timur, Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, dan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.
Baca Juga: Kalteng Catat 66.679 Kasus ISPA di Tengah Dampak Karhutla
Untuk mendukung pemadaman dari udara, pemerintah mengerahkan sekitar 43 helikopter serta 10 hingga 15 pesawat fixed-wing sesuai kebutuhan.
Penanganan dari darat juga dilakukan dengan menggunakan tangki fleksibel sebagai tempat penampungan air sementara untuk membantu petugas yang berada di lokasi kebakaran.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara terpadu dan efektif.
(Sumber: Antara)
Personel TNI menyemprotkan air saat berupaya memadamkan kebakaran lahan gambut yang meluas di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (19/8/2026). Satgas darat dan udara karhutla Riau terus berupaya memadamkan kebakaran di dua lokasi, yakni Desa Rimbo Panjang seluas 4 hektare dan Desa Pagarayung seluas 10 hektare (Antara)