Daftar Negara yang Memiliki Layanan Dokter Terbang dan Ambulans Udara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Agu 2026, 13:52
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi dokter Ilustrasi dokter (Freepik)

Ntvnews.id, Jakarta - Batas geografis menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pemerataan layanan kesehatan. Di wilayah terpencil, perjalanan menuju rumah sakit dapat membutuhkan waktu sangat lama karena jarak, kondisi medan, maupun keterbatasan infrastruktur. Sejumlah negara kemudian memanfaatkan layanan dokter terbang dan ambulans udara untuk mempercepat akses masyarakat terhadap layanan medis.

Berikut sejumlah negara dan wilayah yang telah mengembangkan layanan medis melalui jalur udara:

1. Australia – Royal Flying Doctor Service

Australia menjadi salah satu pelopor layanan dokter terbang melalui Royal Flying Doctor Service (RFDS) yang berdiri sejak 1928. Layanan ini dikembangkan untuk menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman Australia yang luas, gersang, dan terisolasi.

RFDS beroperasi selama 24 jam dengan menggunakan pesawat yang dilengkapi peralatan medis. Selain melakukan evakuasi pasien dalam kondisi darurat, layanan ini juga membawa dokter umum, dokter gigi, hingga psikolog untuk memberikan pelayanan kesehatan secara rutin di daerah terpencil.

2. Kenya dan Afrika Timur – AMREF Flying Doctors

Layanan dokter terbang juga berkembang di Afrika Timur melalui AMREF Flying Doctors yang berpusat di Kenya. Program ini menjadi bagian penting dalam mendukung evakuasi medis melalui udara sekaligus memberikan bantuan kesehatan di kawasan dengan keterbatasan infrastruktur transportasi darat.

Selain menangani pasien trauma, layanan tersebut juga mendukung pengiriman dokter spesialis, termasuk dokter bedah, ke rumah sakit daerah yang mengalami kekurangan tenaga medis.

3. Kanada – Ambulans Udara untuk Wilayah Terpencil

Kanada mengandalkan jaringan ambulans udara untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat, terutama kawasan utara yang memiliki kondisi geografis ekstrem dan tertutup salju.

Baca Juga: Airlangga Ungkap 90 Persen Tarif Dagang RI-Uni Eropa Bakal Nol Persen

Layanan ini memungkinkan pasien dari daerah terpencil mendapatkan akses menuju fasilitas kesehatan yang lebih memadai tanpa harus menempuh perjalanan darat dalam waktu panjang.

4. Amerika Serikat – Layanan Medis Udara

Amerika Serikat juga memiliki jaringan ambulans udara yang digunakan untuk menangani kondisi medis darurat dan menjangkau wilayah dengan jarak yang sangat luas.

Penggunaan layanan medis udara menjadi penting terutama di negara bagian dengan wilayah geografis yang besar dan daerah terpencil seperti Alaska, ketika akses menuju fasilitas kesehatan melalui jalur darat menghadapi kendala jarak maupun kondisi medan.

5. Negara-Negara Eropa – Helikopter Medis

Sejumlah negara di Eropa memanfaatkan helikopter medis sebagai bagian dari sistem penanganan kegawatdaruratan. Layanan tersebut digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses, termasuk daerah pegunungan dan kepulauan yang terisolasi.

Penggunaan helikopter memungkinkan pasien mendapatkan penanganan lebih cepat dalam situasi darurat, terutama ketika perjalanan melalui jalur darat membutuhkan waktu lebih lama.

Indonesia Menuju Pengembangan Ambulans Udara

Indonesia menghadapi tantangan geografis yang serupa karena memiliki ribuan pulau serta wilayah pegunungan dan daerah terpencil. Kondisi tersebut membuat akses menuju fasilitas kesehatan menjadi persoalan penting, khususnya di wilayah 3T atau Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tengah bersiap mengadopsi konsep dokter terbang dan ambulans udara secara lebih luas untuk mempercepat layanan kesehatan di daerah yang belum memiliki fasilitas rumah sakit rujukan.

Pihak Istana menjelaskan bahwa konsep tersebut dirancang untuk mempercepat waktu respons medis atau golden hour. Namun, implementasinya membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari penghitungan biaya operasional, regulasi keselamatan penerbangan medis, hingga integrasi dengan puskesmas setempat agar layanan dapat berjalan secara berkelanjutan.

HIGHLIGHT

x|close