Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa 90 persen pos tarif perdagangan Indonesia dan Uni Eropa menjadi nol persen melalui kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA).
Hal tersebut diungkapkan Airlangga saat pertemuan dengan Duta Besar Negara Uni Eropa untuk Indonesia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 21 Agustus 2026.
Airlangga mengatakan pemerintah terus mempercepat penyelesaian dokumen EU-CEPA. Dokumentasi dalam bahasa Inggris ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
"Hari ini kita melaksanakan dialog dengan beberapa duta besar dari negara-negara uni eropa terutama untuk membahas perkembangan dari EU-CEPA," ucap Airlangga.
Baca juga: Airlangga Bantah Tuduhan Indonesia Bantu China Hindari Tarif AS
Setelah penandatanganan, perjanjian tersebut akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk proses ratifikasi. Di Indonesia, pemerintah telah berkonsultasi dengan DPR dan kemungkinan menggunakan mekanisme Perpres agar implementasinya lebih cepat.
"Di indonesia sendiri pak Menteri Perdagangan sudah berkonsultasi dengan DPR dan kemungkinan Indonesia akan menggunakan mekanisme Perpres yang sudah didiskusikan dengan DPR, sehingga implementasinya akan lebih cepat," ungkap Airlangga.
Airlangga mengatakan ratifikasi EU-CEPA diharapkan dapat membuka potensi investasi dari Eropa. Saat ini, Eropa menjadi salah satu mitra investasi Indonesia di berbagai sektor.
Menurutnya dengan penghapusan tarif tersebut, produk Indonesia akan memperoleh akses yang lebih luas ke pasar Uni Eropa.
"Ini adalah game changer bagi Indonesia dan beberapa manfaat dari akses pasar, di mana indonesia nanti 90 persen pos tarifnya langsung menjadi 0 persen dan ini akan berkurang secara bertahap," jelas Airlangga.
Baca juga: Airlangga Sebut Peremajaan Sawit Rakyat Penting untuk Kejar Kebutuhan B50
Di sisi lain, Uni Eropa juga akan mendapatkan akses pasar Indonesia bagi industri maupun konsumen yang melakukan kegiatan impor dan ekspor.
Selain perdagangan, Airlangga menilai perjanjian ini berpotensi membuka peluang investasi baru dari negara-negara Eropa ke Indonesia.
"Dari Indonesia tentu berharap dengan diratifikasinya perjanjian ini maka akan membuka atau unlock potensi investasi yang akan masuk ke Indonesia karena saat sekarang Eropa menjadi salah satu daripada partner daripada investasi Indonesia di berbagai sektor," tandasnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa 90 persen pos tarif perdagangan Indonesia dan Uni Eropa menjadi nol persen melalui kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA). (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)